Pengacara HS Minta UGM Kirim Surat Sepakat Damai ke Polda DIY

Ristu Hanafi - detikNews
Jumat, 08 Feb 2019 14:47 WIB
Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Pengacara HS mahasiswa Fakultas Teknik UGM sebagai terlapor kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi saat menjalani KKN di Pulau Seram, Maluku pada tahun 2017 lalu meminta UGM segera mengirimkan surat kesepakatan penyelesaian perkara ke Polda DIY. Surat itu diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi penyidik dalam melanjutkan proses hukum yang masih berjalan.

"Saya meminta kepada UGM segera sampaikan penyelesaian perkara itu ke Polda untuk dijadikan pertimbangan," kata pengacara HS, Tommy Susanto kepada wartawan, Jumat (8/2/2019).

Tommy melanjutkan, dia juga berharap setelah surat kesepakatan penyelesaian perkara itu dikirim ke Polda DIY, maka penyidik bisa segera melakukan gelar perkara hasil penyidikan.

"Saya meminta Polda segera gelar perkara terbuka, untuk penyelesaian perkara di ranah hukum. Karena meski saya terima penyelesaian perkara di universitas, tapi secara hukum belum puas karena sebagai pengacara saya penasaran 'benar nggak sih HS melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan,'" jelasnya.

"Jika memenuhi unsur tindak pidana dan alat bukti, tetapkan sebagai tersangka. Tapi jika tidak memenuhi unsur pidana, demi kepastian hukum maka mohon untuk dihentikan perkara ini dengan penerbitan SP3," lanjutnya.

Menurutnya, hasil gelar perkara nantinya bisa menjadi kesimpulan terkait kasus dugaan pemerkosaan ini.

"Perkara harus terang benderang, benar nggak ada perbuatan seperti tuduhan, masih ada dugaan HS melakukan. Saya menginginkan dugaan itu harus dibuktikan demi nama baik HS," ujarnya.
(bgs/bgs)