Korban Teken Kesepakatan, Pengacara HS: Saya Apresiasi UGM

Ristu Hanafi - detikNews
Jumat, 08 Feb 2019 13:34 WIB
Pengacara HS, Tommy Susanto. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Tommy Susanto, pengacara HS terlapor kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi UGM angkat bicara mengenai penyelesaian perkara yang dilakukan pihak universitas. Tommy menyambut baik jika pihak universitas mampu memfasilitasi penyelesaian perkara.

"Pertama alhamdulillah, secara batin ada penyelesaian, kesepakatan penyelesaian perkara di ranah universitas. Setelah saya dilapori HS, saya sampaikan apresiasi terhadap kawan-kawan dari pihak UGM, saya terima dengan penyelesaian perkara yang dilakukan UGM," kata Tommy kepada wartawan saat memberikan keterangan pers di Cengkir Resto, Sleman, Jumat (8/2/2019).

Diakuinya, dia memang tidak mendampingi HS ketika kliennya itu menandatangani surat kesepakatan. Karena pada waktu bersamaan dia ada sidang perkara lain di pengadilan.

Tommy hanya mendapatkan penjelasan dari HS yang menyampaikan bahwa antara HS dengan mahasiswi yang mengaku sebagai korban telah mendatangi surat kesepakatan penyelesaian perkara bersama Rektor UGM dan pihak terkait.


"Ceritanya HS datang ke UGM untuk menjalani konseling seperti biasanya, sesampai di UGM ternyata dihadapkan oleh rektor, dekan fakultas, dan mbaknya yang didampingi Rifka Anisa. Sedangkan klien saya tidak didampingi oleh saya karena waktu itu saya ada sidang, HS menyampaikan ke saya, waktu itu akan ada penyelesaian perkara," jelasnya.

Tommy melanjutkan, HS memang menyampaikan permintaan maaf namun bukan terkait dengan perbuatan yang dituduhkan.

"Kemarin ada kata-kata minta maaf dan menyesal, saya sampaikan permintaan maaf bukan soal perbuatan yang dituduhkan, tapi perkara yang menjadi ramai dan menjadi polemik ini semua. Bukan permintaan maaf karena melakukan perbuatan yang dituduhkan, tidak, saya harus garis bawahi itu," terangnya.

"Saya sudah dikirim bukti tanda tangannya itu, saya lihat semuanya. Tidak ada kata-kata damai, hanya penyelesaian perkara," lanjutnya.


Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan perkosaan yang dialami mahasiswi KKN UGM di Pulau Seram, Maluku, pertengahan tahun 2017 lalu disebut berakhir damai. Korban dengan pelaku berinisial bersepakat damai.

"Kami sampaikan bahwa kasus ini (dugaan perkosaan) dinyatakan telah selesai (berakhir damai)," ujar Rektor UGM, Panut Mulyono, dalam konferensi pers di Ruang Sidang Pimpinan UGM, Senin (4/1).

Turut hadir dalam konferensi pers Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna, Wakil Rektor Bidang Pendidikan Pengajaran dan Kemahasiswaan Djagal, Dekan Fakultas Teknik Nizam, dan Dekan Fisipol Erwan Agus.


Simak Juga 'KKN UGM Diguncang Skandal Dugaan Pelecehan Seksual':

[Gambas:Video 20detik]


(sip/sip)