detikNews
Kamis 07 Februari 2019, 14:39 WIB

Petugas Gergaji Pipa Air Ilegal di Lereng Muria Kudus

Akrom Hazami - detikNews
Petugas Gergaji Pipa Air Ilegal di Lereng Muria Kudus Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menertibkan air permukaan lereng bukit Muria di Kudus. Sebanyak 19 titik itu berada di empat desa, di dua kecamatan dianggap ilegal.

Saat melakukan penertiban petugas langsung memotong atau menggergaji pipa saluran air yang mengaliri air dari dataran tinggi ke rendah.

Ada 19 titik itu berada di empat desa yakni di Desa Colo, Kajar, Piji, Kecamatan Dawe, dan Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog. Penertiban melibatkan satuan lain seperti Satpol PP Jateng, Satpol PP Kudus, Kodim Kudus, Polres Kudus, Dinas Pusdataru Jateng, Dinas ESDM Jateng, PSDA Seluna, Dinas PUPR Kudus, Dinas PKPLH Kudus, dan instansi terkait lainnya.

Pelaksana Harian Kepala Bagian Tata Usaha BBWS Pemali Juana, Muhamad menjelaskan, pihaknya melakukan penertiban air permukaan di lereng Muria yang diambil secara ilegal.

"Penertiban air permukaan di lereng Muria yang diambil ilegal," kata Muhamad kepada wartawan di halaman Balai Desa Lau, Kecamata Dawe, Kudus, Kamis (7/2/2019).

Saat ini, kata dia, pihakya melakukan penertiban di 19 titik di empat desa itu merupakan tindakan lanjutan dari penertiban yang dilakukan 2017. Pada saat itu banyak warga yang membandel.

"Pada 2017 saat itu masih ada masyarakat yang bandel. Kira-kira begitu," ucapnya.

Menurutnya, air dan alam memang harus diatur negara. Diatur dalam aturan agar jangan yang kuat mengambil atau menguasai air. Karenanya, pemerintah harus mengaturnya.

"Harus diatur. Air dan alam dikuasai negara. Di situ, diatur jangan yang kuat ambil banyak. Pemerintah bukan melarang," tandasnya.

Kepala Satpol PP Kudus Djati Sholechah mengatakan, penertiban air permukaan kali ini akan lebih tegas dari 2017 lalu. Pada tahun 2017 lalu, penertiban berupa pemasangan papan segel dan kabel tis. Namun penertiban kali ini pipanya digergaji.

"Penertiban pertama hanya pasang papan segel dan kabel tis. Sehingga masih terbuka peluang yang mudah bagi mereka untuk melakukan operasi lagi. Sehingga hari ini dilakukan dengan mengeksekusi pemotongan pipa yang menuju bak penampungan. Kita gergaji, kita potong biar air tidak mengalir," terangnya.

"Harapannya setelah itu, penindakan di kepolisian. Persuasif," tandasnya.

Pantauan di lokasi, petugas melakukan pemotongan pipa air yang mengalir ke bak penampungan. Di salah satu titik sempat terjadi adu mulut dengan warga. Sebab, tidak semua pipa mengaliri air untuk dijual. Tapi air untuk kebutuhan warga.

"Kalau tidak dikomersilkan, tidak apa-apa. Kalau dikomersikkan akan ditindak," ungkap seorang petugas Satpol PP Jateng.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com