ADVERTISEMENT

Ngeri! Makam Nenek Bisem Dibongkar dan Tali Pocongnya Raib

Uje Hartono - detikNews
Jumat, 01 Feb 2019 14:22 WIB
Lokasi makam Nenek Bisem. Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara - Warga Desa Asinan, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara dihebohkan dengan pembongkaran makam milik Bisem (70) warga setempat. Tak hanya dibongkar makamnya, diketahui tali pocong jenazah Bisem raib diduga dicuri.

Kejadian ini awalnya diketahui warga saat akan pergi ke ladang, Rabu (30/1) lalu. Warga yang takut kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa Asinan.

"Pertamanya ada warga yang akan ke ladang melihat ada tumpukan tanah di makam. Dikiranya ada orang meninggal dunia, tetapi saat dilihat ternyata bekas orang menggali kuburan," terang Ketua RT 2 Dusun Krungrungan, Desa Asinan, Misrun Ferdiantop saat berbincang dengan wartawan di lokasi makam, Jumat (1/2/2019).



Saat warga mendatangi makam tersebut, mayat Bisem tidak kelihatan. Namun, saat digali lebih dalam pada sore harinya, mayat masih ditemukan di dalam kuburnya. Hanya saja ternyata, tali pocong bagian atas hilang.

"Paginya mayatnya tidak ada, tetapi setelah digali lagi sekitar 5 jengkal, kelihatan mayatnya masih ada. Hanya tali pocongnya saja yang bagian kepala tidak ada," kata dia.

Ia menduga, hal tersebut dilakukan seseorang yang masih misterius. Sebab, dilihat dari jejak galiannya, kata Misrun, terlihat rapi seperti digali dengan menggunakan cangkul.

"Ada bekasnya menggunakan cangkul, jadi ini yang membongkar bukan hewan liar tetapi orang. Sekarang makam sudah ditutup lagi," jelasnya.


Padahal, Misrun menuturkan makam Bisem sebelumnya dijaga warga saat jasad Bisem baru saja dimakamkan pada Januari 2018 silam. Misrun menjelaskan, warga menjaga makam Bisem karena selain meninggal dunia pada hari Jumat Kliwon, juga karena semasa hidupnya Bisem belum menikah.

"Jadi istilahnya masih perawan tetapi lewat usia. Saat meninggal sekitar 70 tahun. Tetapi biasanya itu kan yang baru dimakamkan, tetapi ini sudah setahun lebih," tuturnya.

Akibat kejadian ini, warga panik dan merasa khawatir. Warga takut hal serupa kembali terjadi di tempat pemakaman umum di Desa Asinan.

"Memang semua warga menjadi resah dan panik," imbuhnya. (sip/sip)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT