DetikNews
Rabu 30 Januari 2019, 15:49 WIB

Prabowo Minta Saran Ahli Jelang Debat Capres Kedua

Usman Hadi - detikNews
Prabowo Minta Saran Ahli Jelang Debat Capres Kedua Foto: Usman Hadi/detikcom
Sleman - Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto akan meminta saran dan masukan dari para ahli untuk menghadapi debat kedua nanti. Terutama dari ahli yang berkaitan dengan tema debat yang akan berlangsung tanggal 17 Februari 2019 mendatang.

"Saya kira (Prabowo) terus mempersiapkan diri, terus mendalami materi-materi dan Pak Prabowo terus bertemu dengan para ahli untuk mendapatkan masukan-masukan. Jadi insyaallah debat kedua lebih baik," ujar Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said.

Hal tersebut disampaikan Sudirman kepada wartawan di sela talkshow 'bedah program capres & cawapres 2019: #1 penegakan hukum dan pemberantasan korupsi', di Auditorium Gedung BB Lt.4 Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (30/1/2019).

Sudirman menilai materi debat kedua bertema 'energi, pangan, sumber saya alam, lingkungan hidup, dan kehutanan, serta infrastruktur' penting karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

"Ya beliau (Prabowo) bertemu dengan banyak kalangan termasuk para ahli di bidang masing-masing, dan juga mendengar dari partai-partai koalisi yang selama ini ada di DPR, karena mereka kan tahu betul bagaimana pengelolaan sektor-sektor itu," ungkapnya.

"Juga (meminta saran) akademisi, mendengar para ahli, para pelaku usaha, dan para praktisi di bidang masing-masing di bidang energi, bidang infrastruktur, bidang pangan dan juga sumber daya alam," kata Sudirman.

Dalam acara talkshow 'bedah program capres & cawapres 2019: #1 penegakan hukum dan pemberantasan korupsi' hadir pula pembicara dari Timses Jokowi ada Wakil Ketua TKN Arsul Sani dan Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan. Sementara pembicara dari Timses Prabowo ada Juru Bicara Bidang Hukum BPN Benny K Harman dan Bambang Widjojanto.

Dekan Fisipol UGM, Erwan Agus Purwanto mengatakan pihaknya sengaja menggelar talkshow bedah program capres-cawapres 2019 dengan harapan bisa menjadi sarana pendidikan demokrasi di kampus dan di Indonesia.

"Talkshow ini (bedah program capres-cawapres 2019) diharapkan memberikan pendidikan demokrasi di Indonesia. Dengan (mengedepankan) rasa persaudaraan (yang) ditonjolkan," jelasnya, Rabu (30/1/2019).

Dijelaskannya, talkshow ini adalah yang pertama digelar Fisipol UGM. Setelah ini pihaknya masih akan menggelar talkshow serupa dengan mendatangkan narasumber timses kedua paslon, baik dari TKN maupun dari BPN.

Arsul Sani mengapresiasi adanya talkshow yang digelar Fisipol UGM. Menurutnya, talkshow semacam ini bisa menjadi sarana pendidikan politik sejumlah pihak, termasuk bagi civitas akademika di lingkungan kampus.

"Kami senang sekali kalangan perguruan tinggi memberikan inisiatif pendidikan politik dalam suasana yang lebih kondusif, penuh hal serius tapi santai. Ini mudah-mudahan empat sesi berikutnya akan lebih baik," paparnya.

Sementara Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said menambahkan langkah Fisipol UGM menggelar talkshow adalah kebijakan yang tepat.

"Kita butuh zona netral yang membuat hati dan pikiran ketemu. Saya kira hari ini kita menyaksikan semua. (Talkshow) ini akan menjadi peran kepeloporan," pungkas Sudirman.



Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu


Saksikan juga video 'Dear Milenial, Prabowo-Sandi Punya Program Kejutan Buat Kalian':

[Gambas:Video 20detik]


(ush/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed