DetikNews
Jumat 18 Januari 2019, 22:23 WIB

Jika Dipanggil Polisi Lagi, UGM Siap Dampingi Awak Balairung

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jika Dipanggil Polisi Lagi, UGM Siap Dampingi Awak Balairung Foto: Bagus Kurniawan/detikom
Sleman - Dua awak Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM tidak didampingi saat dipanggil Polda DIY. UGM siap membantu jika ada pemanggilan lagi.

"Kalau yang bersangkutan minta dibantu, sebetulnya tinggal menemui pak Rektor (UGM, Panut Mulyono), pak Rektor akan membantu kok," ujar Wakil Rektor (Warek) Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Paripurna Sugarda kepada wartawan usai peluncuran becak listrik di Gedung Pusat UGM, Bulaksumur, Sleman, Jumat (18/1/2019).

Menurut Paripurna, pintu ruang Rektor UGM selalu terbuka untuk awak Balairung. Bahkan yang bersangkutan tidak perlu menemui Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) terlebih dahulu jika hendak menemui Rektor UGM jika meminta bantuan.

"Langsung datang saja tidak apa-apa (Untuk meminta bantuan jika awak Balirung dipanggil Polda DIY), Pak Rektor pintunya selalu terbuka," ucapnya.

Sebelumnya, Editor Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), Thovan Sugandi, diperiksa Polda DIY hari ini. Thovan diperiksa terkait kasus dugaan pemerkosaan atau pencabulan mahasiswi UGM saat menjalani KKN di Pulau Seram, Maluku tahun 2017.

Thovan diperiksa oleh penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda DIY dengan didampingi penasihat hukumnya, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta Yogi Zul Fadhli.

"Tadi Thovan selaku editor Balairung diperiksa sekitar 1,5 jam, mulai pukul 09.30 WIB," kata Yogi ditemui wartawan seusai pemeriksaan di Mapolda DIY, Jalan Padjajaran Ringroad Utara, Sleman, Kamis (17/1/2019).

Yogi mengungkapkan, Thovan dicecar 30 pertanyaan oleh penyidik. Materi pertanyaan sebagian besar berkutat soal artikel berjudul 'Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan' yang diterbitkan Balairung pada awal November 2018.

"Materi pertanyaan seperti yang diajukan kepada Citra, soal pemberitaan Balairung. Ditanya siapa narasumbernya, lokasi wawancara, dan proses peliputan," jelas Yogi.

Tidak hanya itu saja, pada tanggal 7 Januari lalu Polda DIY telah memeriksa penulis artikel tersebut, yakni Citra Maudy. Menurut Yogi, terkait pemeriksaan ini pihaknya masih memiliki sikap yang sama dengan pemeriksaan terhadap Citra.

"Kami keberatan atas panggilan dan materi pertanyaan dari penyidik yang justru banyak mengeksplorasi pemberitaan Balairung," ujarnya.


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed