Cegah Laka, Warga Brebes Larang Truk Besar Lewati FO Kretek

Imam Suripto - detikNews
Senin, 10 Des 2018 22:58 WIB
Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Kecelakaan yang merenggut 4 korban jiwa dan 7 korban luka-luka pada Senin (10/12/2018) siang memancing kemarahan warga sekitar, Bumiayu, Brebes. Mulai pukul 20.00 WIB, warga memblokir jalan yang menuju flyover (FO) Kretek dan melarang truk besar melewati jalur tersebut.

Slamet Bento (56), warga Bumiayu menegaskan, kecelakaan pada Senin siang, tidak lepas dari keberadaan flyover Kretek. Sebab flyover tersebut memiliki kemiringan yang cukup membahayakan.

"Hampir setiap kecelakaan yang diakibatkan rem blong ini terjadi setelah kendaraan melintasi flyover. Setelah melewati flyover, jalan menurun tajam sehingga kendaraan bermuatan berat sering kehilangan kendali akibat rem tidak fungsi," ujar Slamet, ditengah aksi penghadangan kendaraan.

Tindakan spontanitas warga ini sebagai bentuk protes warga agar pemerintah memberikan solusi tidak ada lagi kecelakaan di kawasan selatan Brebes.

"Harus sampai kapan warga Bumiayu dan sekitarnya merasa was-was dengan keberadaan flyover. Beberapa bupan lalu, bahkan terjadi kecelakaan dengan korban jiwa 12 orang," tegas Slamet.

Saat yang sama, Mardiyanto, warga Paguyangan mengatakan aksi ini tidak lain agar tidak terjadi kecelakaan serupa akibat FO Kretek. Selain itu, supaya para pemangku kebijakan memberikan perhatian penuh dalam menyelesaikan masalah FO Kretek.

"Kalau bisa terus ditutup untuk kendaraan besar sampai pemerintah turun tangan menangani masalah ini, sehingga tidak ada lagi korban jiwa," tandas Mardiyanto.

Penutupan jalan ini melibatkan warga dengan mengambil tempat di SPBU Wanatirta Paguyangan. Puluhan petugas diterjunkan untuk mengamankan aksi warga tersebut.

Mereka melakukan penghadangan terhadap semua kendaraan berat dari arah selatan (Banyumas) yang akan melintasi Fly over Kretek menuju ke utara. Sopir kendaraan tersebut dipaksa untuk berbalik arah menuju arah Banyumas.

Kasat Lantas Polres Brebes, AKP M Rikha Zulkarnaen menandaskan, aksi warga itu bukan penghadangan melainkan upaya mengurangi jumlah kendaraan yang akan melintas di FO Kretek. Pengurangan jumlah kendaraan ini karena pertimbangan jalan licin dan adanya kegiatan olah TKP.

"Itu bukan aksi penghadangan. Warga sengaja mengurangi jumlah mobil besar yang masuk karena kondisi jalan licin setelah hujan. Apalagi di TKP masih ada olah TKP," katanya. (bgk/bgk)