detikNews
Minggu 02 Desember 2018, 10:56 WIB

Indonesia Ingin Segera Pulangkan Keris yang Ada di Belanda

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Indonesia Ingin Segera Pulangkan Keris yang Ada di Belanda Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Seniman dan budayawan Indonesia menghadiri pertemuan antar pemilik warisan budaya tak benda UNESCO di Port Louis, Mauritius, 26 November 2018 lalu. Dari Indonesia hadir perwakilan dari insan perkerisan Indonesia.

Dua orang empu keris yang datang ialah Empu Basuki Teguh Yuwono dan Empu Totok Brojodiningrat. Mereka juga merupakan anggota Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI).

Dalam forum bertajuk Convention for The Safeguarding of The Intangible Cultural Heritage itu, mereka melaporkan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan terkait pelestarian keris selama dua tahun terakhir. Keaktifan masyarakat dalam kegiatan perkerisan akan menguatkan posisi keris sebagai warisan budaya dunia.

"Kegiatan masyarakat ini harus dilaporkan untuk melihat apakah keris itu benar-benar masih hidup atau tidak. Kalau tidak ada kegiatan bisa dicabut itu statusnya," kata Empu Totok saat ditemui detikcom di Padepokan Brojodiningrat, Mojolaban, Sukoharjo, Sabtu (1/12/2018).


Menurutnya, masyarakat Indonesia masih aktif melestarikan budaya keris dan senjata tradisional lainnya. Bahkan masih banyak organisasi keris yang eksis.

"Masyarakat kita kan masih menggunakan keris dalam berbagai perhelatan. Bahkan banyak empu-empu muda yang terus muncul," kata dia.

Dia juga menyampaikan keinginan Indonesia untuk segera memulangkan keris yang ada di Belanda. Sebagai langkah awal, pihaknya akan mendata keris yang ada di sana, terutama keris yang bernilai sejarah.


"Setelah dipulangkan, nanti bisa disimpan di Museum Keris Nusantara di Solo. Tapi untuk waktunya belum tahu, yang penting kita perjuangkan dulu," ujarnya.

Karena bernilai budaya tinggi dan pelestariannya yang aktif, kata Totok, Indonesia juga diusulkan menjadi dewan eksekutif dalam forum itu. Selain itu, pihaknya berharap forum tersebut akan digelar di Indonesia.

"Berdasarkan yang kita lihat di sana, kita yakin mampu menggelar kegiatan itu di sini. Untuk permulaan, kita akan mencoba menarik forum se-Asia Pasifik ke Indonesia," pungkasnya.
(bai/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed