detikNews
Jumat 30 November 2018, 13:09 WIB

Kasus 'Tampang Boyolali' Dihentikan, Ini Respons Ketua DPRD

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kasus Tampang Boyolali Dihentikan, Ini Respons Ketua DPRD S Paryanto (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali - Bawaslu menghentikan pemeriksaan laporan dugaan pelanggaran Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto terkait pidato 'tampang Boyolali'. Bagaimana tanggapan Ketua DPRD Boyolali?

"Kami menghargai dan menghormati keputusan Bawaslu itu," kata Ketua DPRD Boyolali, S Paryanto, Jumat (30/11/2018).

Paryanto menegaskan, pihaknya menghormati keputusan Bawaslu yang tentu dalam menangani pelaporan tersebut sesuai regulasi yang ada sebagai pengawas Pemilu. Dia menegaskan, pihaknya tidak akan melaporkan ulang kasus tersebut, meskipun mempersilakan pihak-pihak lain yang ingin mempersoalkan lagi


Ditanya tentang apakah pelaporan terhadap Bupati Boyolali, Seno Samodro, dalam kegiatan bela 'tampang Boyolali' yang juga dilaporkan ke Bawaslu, harus dihentikan pula? Paryanto menyebutkan, yang dilakukan Seno Samodro saat itu bukanlah kampanye.

"Yang saya pahami (pidato Seno Samodro), tidak masuk pelanggaran kampanye, karena konteksnya saat itu memang bukan kampanye. Bupati Seno Samodro hadir di acara itu sebagai warga Boyolali," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Boyolali tersebut.


Seperti diberitakan, Bawaslu menghentikan pemeriksaan laporan dugaan pelanggaran capres 02 Prabowo Subianto terkait pidato 'tampang Boyolali'. Bawaslu menyatakan laporan tidak dapat ditindaklanjuti.

Putusan ini tertuang dalam pemberitahuan putusan yang ditandatangani Ketua Bawaslu, Abhan, Selasa (27/11). Dalam pemberitahuan, ujaran Prabowo tentang 'tampang Boyolali' tidak dapat ditindaklanjuti karena tidak memenuhi unsur pelanggaran Pemilu.


Saksikan juga video Sandiaga Bersyukur Kasus 'Tampang Boyolali' Disetop:

[Gambas:Video 20detik]


(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed