Pascaguguran Lava Merapi, Aktivitas Warga Dusun Teratas Normal

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 26 Nov 2018 15:56 WIB
Aktivitas warga di Dusun Teratas Gunung Merapi. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Pascaguguran lava, warga di lereng Gunung Merapi Boyolali masih beraktivitas normal seperti biasanya. Aktivitas Gunung Merapi ini belum mempengaruhi warga di Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali.

Dukuh Stabelan merupakan dukuh paling atas atau teratas dan masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III erupsi Gunung Merapi di Boyolali. Dukuh ini hanya berjarak sekitar 3,5 km dari puncak Merapi.

Dari pantauan detikcom, warga di sana tetap bercocok tanam sayuran sebagai pekerjaan setiap harinya. Sebagian mencari rumput untuk pakan ternaknya maupun mencari kayu bakar.

Pascaguguran lava, warga di lereng Gunung Merapi Boyolali masih beraktivitas normal seperti biasanya. Pascaguguran lava, warga di lereng Gunung Merapi Boyolali masih beraktivitas normal seperti biasanya. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

"Warga di sini masih kegiatan biasa," kata Suginu, warga Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali ditemui di ladangnya, Senin (26/11/2018).

Dikemukakan dia, pihaknya juga tidak mendengar adanya suara gemuruh maupun melihat cahaya api dari puncak Gunung Merapi. Menurut dia, jika Gunung Merapi meletus akan ada tanda-tanda.

Hal senada dikemukakan petani lainnya, Lia. Warga Dukuh Takeran, Desa Tlogolele itu terlihat sedang merawat tanaman sayurannya di ladangnya yang berada di Dukuh Stabelan. Dukuh Takeran juga berada di bawahnya Dukuh Stabelan.


Warga di lereng Gunung Merapi ini memiliki kepercayaan, jika Merapi meletus akan ada tanda-tanda seperti kilat.

"Warga masih biasa-biasa saja, tetap beraktivitas biasa. Kalau (Merapi) mau meletus (akan) ada tanda-tandanya," jelas Lia.

Aktivitas warga di Dusun Teratas Gunung Merapi. Aktivitas warga di Dusun Teratas Gunung Merapi. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Sementara itu Kepala Desa Tlogolele, Widodo, juga mengatakan warganya saat ini masih tenang.

"Masih seperti biasa mas," kata Widodo melalui telepon selulernya.


Dari pantauan detikcom siang tadi, kawasan puncak Gunung Merapi juga tertutup kabut sejak pagi. Sedangkan wilayah Desa Jrakah dan Tlogolele, sempat diguyur hujan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Tri Mujiyanto, mengemukakan hari ini belum terpantau adanya aktivitas guguran di puncak Merapi. Menurut dia, sejak tadi malam hingga siang tadi, kawasan kawah Merapi tertutup kabut.

"Guguran (lava pijar) pada Jumat malam lalu, masih di dalam kawah, sehingga belum mengarah ke bagian hulu alur sungai di tenggara. Saat ini aktivitas Merapi tetap dalam level 2 waspada. Data kegempaan belum ada peningkatan," terang Tri Mujiyanto.

Namun demikian, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di dekat kawasan puncak Merapi untuk tetap waspada dan selalu mengikuti arahan-arahan dari pemerintah daerah setempat. (sip/sip)