DetikNews
Sabtu 17 November 2018, 09:56 WIB

Di TPA Semarang Sampah Plastik Bisa Jadi Bahan Bakar

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Di TPA Semarang Sampah Plastik Bisa Jadi Bahan Bakar Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Tim Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang mengembangkan alat pengubah sampah plastik menjadi bahan bakar. Hasilnya, bahan bakar dari plastik itu bisa digunakan untuk kendaraan roda tiga dan genset.

Kini alat pirolisis itu masih berupa prototipe dan sudah diujicoba. Kapasitas prototipe ini adalah 3 kg sampah plastik dan bisa menghasilkan 1,5 liter bahan bakar setara premium.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, M Agus Junaidi memperlihatkan alat itu di kantor Tempat Pembuangan AKhir Jatibarang Semarang dan mempraktekannya.

"Sampah plastik harus dibersihkan dulu. Ini kapasitas 3 kg sampah dan hasilnya setengahnya (1,5 liter)," kata Agus di TPA Jatibarang Semarang.

Prosesnya yaitu plastik dimasukkan ke alat tersebut dan ditutup hingga kedap udara. Berikutnya pemanasan dilakukan dengan suhu stabil antara 300 sampai 400 derajat celcius.

"Butuh waktu pemanasan sekitar 3 sampai 4 jam," tandasnya.

Plastik yang dipanaskan akan meleleh dan makin lama menguap. Dalam proses penguapan terjadi penyulingan, nantinya hasil penyulingan berupa bahan bakar akan menetes. Sedangkan sisanya menguap ke atas. Hasil sisa penguapan ditangkap dengan selang dan dimasukkan botol berisi oli agar tidak mencemari.

"Uap yang turun jadi bahan bakar minyak. Saat proses itu ada udara yang keluar, ditangkap ke dalam botol berisi oli agar tidak ada oksigen," pungkas Agus.

Proses sederhana itu ternyata membuat bahan bakar yang bisa menghidupkan kendaraan dan mesin. Beberapa kali percobaan gagal dan akhirnya setelah uji coba sekitar sebulan lalu sudah bisa diaplikasikan ke kendaraan roda tiga dan genset.
Di TPA Semarang Sampah Plastik Bisa Jadi Bahan BakarFoto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

"Kalau ingin oktannya seperti premium bisa dengan menambah penyaringannya, bahkan bisa lebih," ujarnya.

"Ini sudah dicoba di motor roda tiga dan genset," imbuh Agus.

Ia pun memperlihatkan dengan mengisikan bahan bakar plastik di genset dan ternyata memang bisa menyala. Agus menjelaskan saat ini prototipe itu masih digunakan untuk edukasi ke warga.

Sedangkan kedepannya ia berharap bisa dimanfaatkan dalam kapasitas besar di TPA Jatibarang Semarang karena menurut perhitungannya, alat tersebut bisa dikembangkan hingga kapasitas sampah 1 ton.

"Bila berhasil dan dianggap memungkinkan, maka 100 kilogram hingga 1 ton bisa. Ini kami gunakan untuk edukasi, ternyata plastik bisa untuk bahan bakar, terutama pelastik kresek," katanya.

Jika bisa dibangun dengan kapasitas besar, maka proses pembakaran bisa memanfaatkan gas metana yang sudah dihasilkan di TPA Jatibarang.

"Nantinya bisa menggunakan gas metana dari sini," ujar Agus.

Sementara itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan Pemerintah Kota Semarang memang berusaha memanfaatkan sampah menjadi berbagai hal seperti gas metan, kemudian menjadikan tenaga listrik, dan insinerator yaitu membakar sampah untuk dimanfaatkan panasnya sebagai energi listrik. Jika memang bisa mengubah menjadi bahan bakar, maka tentu saja mendukung.

"Kami terus berupaya untuk menginisiasi berbagai program pengolahan limbah untuk dapat digunakan sebagai energi diterbarukan. Salah satunya adalah alat tersebut yang saya dorong untuk dapat dikembangkan," katanya.



(alg/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed