detikNews
Rabu 14 November 2018, 16:03 WIB

Operasi Zebra Candi di Boyolali Temukan STNK Palsu

Ragil Ajiyanto - detikNews
Operasi Zebra Candi di Boyolali Temukan STNK Palsu Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Satlantas Polres Boyolali menemukan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang diduga palsu dalam operasi Zebra Candi 2018. STNK diduga palsu itu berbeda dari spesifikasi teknis fisik dari Korlantas Polri.

"Temuan ini, kami limpahkan ke Satreskrim. Apakah ada sindikat pemalsuan atau bagaimana, fungsi Reskrim yang mendalami," ujar Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Febriyani Aer kepada para wartawan di kantornya, Rabu (14/11/2018).

Ia menjelaskan STNK palsu tersebut ditemukan dari hasil operasi Zebra Candi di depan Mako Satlantas, jalan Pandanaran, Boyolali. Saat itu, seluruh kendaraan yang dari arah barat dimasukkan ke Mako Satlantas untuk diperiksa kelengkapan kendaraannya.

Dari salah seorang pengendara sepeda motor, petugas menemukan adanya kejanggalan dari STNK yang ditunjukkannya. STNK sepeda motor Honda CBR 250 yang dikendarai Ari Muhammad Aji dengan nomor polisi AD 6585 DH itu lain dari STNK pada umumnya.

Menrut Febri, STNK atas nama Wiyatno, dengan alamat jalan Utama Bone nomor 72, Banyuanyar, Banjarsari, Solo itu tidak sesuai spesifikasi teknis fisik milik Korlantas Polri. Baik dari spesifikasi fisik kertas, tulisan dan logo.

Menurutnya font huruf dan warna STNK itu sangat jauh berbeda. Begitu juga dengan logo hologram tidak tampak mengkilap. Curiga dengan STNK yang ditunjukkan warga Bulusari, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali itu, petugas langsung mengetesnya. Petugas mengetes dengan meneteskan air ke STNK tersebut.

"Langsung luntur (tulisan dan logo)," jelasnya.

Petugas langsung mengamankan STNK beserta sepeda motor dan pengendaranya. Hingga saat ini, sepeda motor tersebut masih ditahan di Mako Satlantas. Sedangkan kasus ini dilimpahkan ke Satreskrim Polrse Boyolali untuk pengusutan lebih lanjut.

Lebih lanjut diungkapkan Febri, selama pelaksanaan operasi zebra candi 2018 di wilayah Kabupaten Boyolali, pihaknya menindak 5.836 pelanggaran. Dari jumlah tersebut sebanyak 4.378 pengendara dikenakan sanksi tilang. Sedangkan sisanya, hanya diberikan teguran.

Jumlah pelanggaran yang berhasil dijaring dalam operasi zebra tahun ini meningkat 17 persen atau 847 pelanggaran, dibandingkan operasi zebra tahun lalu. Pelanggaran paling banyak yaitu tak memakai helm dan melawan arus.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Willy Budiyanto dikonfirmasi mengatakan, kasus temuan STNK yang diduga palsu tersebut kini masih diselidiki.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed