Polisi Minta Keterangan 3 Pengelola Wahana Permainan di Sekaten

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 12 Nov 2018 19:34 WIB
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta - Polisi memanggil 3 pengelola wahana permainan di Pasar Malam Sekaten Alun-alun Utara Yogyakarta. Mereka dimintai keterangan terkait kasus terbaliknya beberapa kabin bianglala tadi malam, Minggu (11/11/2018). Dari pemanggilan itu, polisi akan minta sertifikat dan menguji kelaikan alat-alat untuk wahana tersebut.

"Ada 3 orang tadi yang dimintai keterangan terkait kejadian seperti apa, kesalahannya di apa dan langkah mereka apa. Tiga (orang itu) inisial TS dari CV Berkah Ria (Bianglala yang terbalik), SS dan RK dari Diana (Ria)," ujar Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Sutikno, SIK saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (12/11/2018).

Disinggung mengenai hasil pemeriksaan, Sutikno belum bisa mengungkapkannya secara gamblang, mengingat pihaknya masih perlu dilakukan pengecekan alat-alat yang dipergunakan sebagai wahana permainan.

"Kita periksa semua, kita teliti dan akan kita periksa alat-alatnya (untuk wahana permainan). Kita juga akan mengecek sertifikasi kelaikan alat-alat itu," katanya.

"Semua itu (pemeriksaan dilakukan) agar kejadian seperti tadi malam tidak terulang lagi. Yang jelas untuk sertifikat tetap ditunggu secepatnya," imbuhnya.

Disinggung mengenai pengelola yang ternyata memiliki sertifikasi keselamatan wahana tersebut dan mampu menunjukkan kepada pihaknya, menurut Sutikno hal itu akan menjadi pertimbangan untuk memberi izin wahana bianglala beroperasi kembali.

"Yang jelas kami tadi imbau ke mereka (3 orang yang diperiksa) untuk sementara ini jangan beroperasi dulu (untuk wahana bianglala di Sekaten). Kita juga sambil ngecek sertifikasinya, tapi kalau nantinya ada (sertifikatnya) juga tetap dipertimbangkan lagi (izin operasi wahananya)," ucapnya.

Pantauan detikcom, ketiga pengelola wahana permainan mulai diperiksa sekitar jam 3 hingga jam 5 sore. Setelah menjalani pemeriksaan, ketiga orang itu langsung bergegas keluar dari Mapolresta Yogyakarta.

Sutikno menambahkan selain melakukan pemanggilan terhadap ketiga pengelola wahana, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

Hal tersebut dibenarkan Evi Wahyuni selaku Ketua Tim Pemanfaatan Lahan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) yang sempat memberikan keterangan kepada petugas.

"Kami inisiatif datang ke sini (Satreskrim Polresta Yogyakarya) terkait kejadian kemarin (Minggu 11/11/2018 malam), serta peran serta Pemkot seperti apa," katanya usai memberikan keterangan di Satreskrim Polresta Yogyakarta, Senin (12/11/2018).

Disinggung mengenai penyebab bianglala berhenti dan sempat membuat beberapa kabinnya terbalik, wanita yang juga menjabat Kepala Seksi (Kasie) Pengawasan dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta mengaku belum mengetahuinya secara pasti.

"Penyebab (Bianglala berhenti dan beberapa kabinnya terbalik) masih lidik tadi dan (Kami) belum bisa memberikan hasil akhir," ujarnya.

Ditambahkan Evi, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pihak pengelola wahana guna membahas kejadian tadi malam. Selain itu pihaknya akan membahas terkait penghentian sementara wahana bianglala di Sekaten.

"Masukan dari Polisi tadi untuk wahana (Permainan) bianglala diharapkan tidak beroperasi semuanya. Kami juga akan lakukan evaluasi lagi secara teknis," katanya. (bgk/bgk)