Gerakan #kitaAGNI: Korban Tuntut Pemerkosa di Drop Out

Usman Hadi - detikNews
Sabtu, 10 Nov 2018 18:23 WIB
Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Gerakan #kitaAGNI (Agni adalah nama semaran korban yang dipakai BPPM Balairung) meminta pemerkosa mahasiswi KKN UGM pertengahan 2017 lalu didrop out (di-DO) dari UGM. Tuntutan tersebut diklaim sebagai keinginan korban.

"Tuntutan untuk (pelaku) drop out sendiri tentu saja itu sudah melalui konfirmasi kepada penyintas (korban)," ujar Narahubung gerakan #kitaAGNI, Nadine Kusuma kepada wartawan di Kantor ORI Perwakilan DIY, Sabtu (10/11/2018).

"Penyintas sangat menginginkan untuk pihak kampus secara tegas memberikan hukuman drop out, dan (memberikan) catatan buruk kepada pelaku," lanjutnya.

Apabila tuntutan korban tak dipenuhi, gerakan #kitaAGNI mengancam akan kembali menggelar demonstrasi. Sebelumnya mereka telah menggelar aksi 'UGM Darurat Kekerasan Seksual' di halaman Fisipol UGM beberapa waktu lalu.

"Seperti yang kita janjikan bahwa kemarin bukan aksi yang terakhir dan satu-satunya. Kita akan kawal terus (kasus dugaan pemerkosaan), sampai rektor juga memenuhi yang direkomendasikan dan diinginkan oleh penyintas sendiri," paparnya.

Dosen Fisipol UGM, Pipin Jamson, membenarkan bahwa korban menginginkan pelaku di-DO dari kampus. Oleh karenanya, dia mendorong pimpinan rektorat untuk segera memutuskan status kemahasiswaan pelaku.

"Tahapannya itu dulu yang diinginkan oleh penyintas saat ini, prioritas pelaku dikeluarkan dan diberikan catatan buruk," tutupnya. (bgk/bgk)