DetikNews
Jumat 09 November 2018, 15:32 WIB

Cegah Tren Mabuk Air Rebusan Pembalut, Dinkes Jateng Lakukan Ini

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Cegah Tren Mabuk Air Rebusan Pembalut, Dinkes Jateng Lakukan Ini Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, dr Yulianto Prabowo, M.Kes. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Menanggapi heboh informasi remaja mabuk air rebusan pembalut, Dinas Kesehatan Jawa Tengah akan melakukan tindak pencegahan. Salah satunya dengan membawa materi ini sebagai bahan sosialisasi akan bahaya dari mengkonsumsi bahan-bahan yang tidak seharusnya ditelan itu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, dr Yulianto Prabowo, M.Kes mengatakan sudah tahu terkait kabar itu meski belum pernah menjumpai pengonsumsinya. Namun yang pasti kandungan klorin dan karsinogenik di pembalut berbahaya untuk dikonsumsi.

"Itu kan zat yang tidak untuk diminum dan konsumsi, tentu jadi racun. Dalam waktu yang lama akan membahayakan," kata Yulianto di kantornya, Jalan Piere Tandean Semarang, Jumat (9/11/2018).

Jika rebusan pembalut dikonsumsi terus menerus maka bisa menyerang organ dalam seperi hati dan jantung. Kemungkinan terburuknya yaitu menyebabkan kematian.

"Berbahaya, bisa kena hati dan jantung. Kalau racun yang menumpuk bisa saja kematian," ujarnya.


Oleh sebab itu, sesuai wewenang Dinkes untuk melakukan pencegahan, maka Yulianto akan membawa isu tersebut ke sosialisasi yang disiarkan di televisi setiap Jumat mulai pekan depan.

"Sore ini kebetulan soal penganugerahan festival film promosi kesehatan. Jumat depan akan saya angkat jadi bahan sosialisasi," pungkasnya.

Tidak hanya itu, jaringan dinkes seperti puskesmas juga akan diarahkan untuk melakukan sosialisasi dan waspada terhadap berbagai kemungkinan peristiwa yang disebabkan oleh konsumsi air rebusan pembalut.


"Ada puskesmas yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Sudah arahkan ke teman-teman terutama pantura timur supaya mewaspadai, siap siaga kalau terjadi apa-apa," ujarnya.

Untuk diketahui BNNP Jateng mendapat laporan adanya anak jalanan yang mabuk rebusan pembalut di Kudus kemudian ada juga di Pati hingga Rembang. Menurut BNNP Jateng, hal itu masih baru di wilayahnya meski pernah ada di daerah daerah lain.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed