DetikNews
Jumat 09 November 2018, 13:04 WIB

Heboh Mabuk Rebusan Pembalut, Menteri Yohana Terjunkan Tim

Usman Hadi - detikNews
Heboh Mabuk Rebusan Pembalut, Menteri Yohana Terjunkan Tim Menteri PPPA, Yohana Yambise. Foto: Idham Khalid/detikcom
Sleman - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, angkat bicara terkait adanya remaja kecanduan air rebusan pembalut di Jawa Tengah. Menurutnya, Kementerian PPPA telah menerjunkan tim ke lokasi.

"Kami tetap mendampingi, mendampingi. Melihat hal-hal begitu tim kami ke lapangan, termasuk satgas-satgas perlindungan perempuan dan anak," ujar Yohana usai mengisi kuliah umum di Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM, Jumat (9/11/2018).

Terkait fenomena ini, Yohana berpendapat prilaku remaja yang kecanduan air rebusan pembalut lebih dikarenakan kurang optimalnya peran keluarga dalam mendidik anak-anaknya. Akhirnya para remaja tersebut terjerumus pergaulan bebas.


"Dalam undang-undang perlindungan anak orangtua bertanggungjawab untuk menjaga anak-anak mereka, jangan sampai melakukan hal-hal yang salah, dan juga mendidik anak-anak agar berperilaku yang baik dalam kehidupan mereka," ucapnya.

Oleh karenanya, lanjut Yohana, Kementerian PPPA saat ini sedang mendorong setiap daerah menjadi kabupaten/kota layak anak. Adapun syarat sebuah kabupaten/kota bisa dikatakan 'layak anak' apabila ada program spesifik untuk melindungi anak.


"Di dalam indikator-indikatornya itu (kabupaten/kota layak anak), anak-anak tidak boleh merokok, tidak boleh, zat adiktif lainnya tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak. Termasuk yang tadi (rebusan air) pembalut, saya sudah dengar itu," paparnya.

Yohana mengakui memang sekarang ini banyak gembong narkoba yang memanfaatkan anak-anak. Anak-anak tersebut oleh para pengedar dimanfaatkan untuk menjual barang haram tersebut kepada masyarakat.


"Karena mangsa-mangsa, predator-predator ini mengetahui bahwa anak-anak itu mereka tidak ada hukuman mati. Mereka (anak-anak) hanya mediasi diversi, langsung diloloskan," ungkapnya.

"Target predator-predator ini sekarang adalah di anak-anak. Jadi sekarang tinggal bagaimana masyarakat kita semua sadar, terutama keluarga sadar untuk melindungi anak-anak kita," lanjutnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed