UGM Klaim Sudah Tawarkan Jalur Hukum untuk Kasus Perkosaan Mahasiswi

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 07 Nov 2018 13:55 WIB
Balairung Kantor Pusat UGM. Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Balairung Kantor Pusat UGM. Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Sleman - UGM menampik anggapan bahwa pihaknya lalai dalam menangani kasus perkosaan yang dialami mahasiswinya saat kuliah kerja nyata (KKN). Sejak awal pihak UGM juga telah menawarkan agar kasus tersebut diselesaikan lewat mekanisme hukum.

"Awalnya kan memang akan kita tawarkan (menempuh jalur hukum)," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Aryani saat dihubungi detikcom, Rabu (7/11/2018).

Namun dalam prosesnya opsi membawa perkara tersebut ke ranah hukum urung dilakukan. Penyebabnya, kata Iva, dikarenakan pelaku dan korban menghendaki agar kasus tersebut diselesaikan melalui mekanisme internal kampus.

"Dalam diskusi dengan tim investigasi, dan di dalamnya juga ada korban kemudian disampaikan untuk tidak dibawa ke ranah hukum," ujarnya.

Akhirnya mekanisme yang dijalankan kampus yakni dengan melaksanakan rekomendasi dari tim investigasi internal kampus. Salah satu rekomendasinya yakni dengan memberikan pendampingan psikologis kepada pelaku dan korban.


"Itu yang kemudian dijalankan dengan tim investigasi independen dan sebagainya," ungkapnya.

Adapun kasus perkosaan ini terjadi pada Juni 2017 lalu. Pelakunya diketahui berinisial HS, mahasiswa Fakultas Teknik UGM.


HS saat ini sudah menyelesaikan kewajiban administrasi akademiknya. Namun pihak kampus menyatakan pelaku belum bisa lulus karena masih harus menjalani pendampingan psikologi.

"Karena masih harus menjalani tim pendampingan psikologi," lanjut Iva. (sip/sip)