DetikNews
Selasa 06 November 2018, 13:09 WIB

Awasi Peredaran Produk Ilegal, BPOM Pantau Produk yang Dijual Online

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Awasi Peredaran Produk Ilegal, BPOM Pantau Produk yang Dijual Online Kepala BPOM RI, Penny L Lukito di Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) rutin berpatroli cyber untuk memantau peredaran produk tanpa izin edar. Hal itu untuk mencegah juga adanya produk-produk berbahaya.

Kepala BPOM RI, Penny L Lukito mengatakan penjualan produk tanpa izin edar seperti makanan dan kosmetik kerap dijual secara online. Oleh sebab itu sejumlah langkah dilakukan termasuk patroli cyber dan berkoordinasi dengan kepolisian.

"Kita juga kerjasama dengan kepolisian, kita ada semacam cybrer patrol, mengawasi website kalau ada yang menjual produk tanpa izin edar. Kalau ketemu kita ada cara, lah, intelijen perkuat," kata Penny di sela acara Lokakarya Efektivitas Obat dan Makanan Melalui Sinergisme dengan Pelaku Usaha di PO Hotel Semarang, Selasa (6/11/2018).

Selain itu pihak ekspedisi juga digandeng untuk melakukan pengawasan. Misalnya jika mereka menemukan produk mencurigakan agar segera dilaporkan ke BPOM.

"Masyarakat juga bisa bantu pengawasan," tandasnya.

Kemajuan teknologi juga tidak hanya dimanfaatkan oleh pengedar produk tanda izin edar, tapi BPOM juga memanfaatkannya untuk kemudahan pelayanan yaitu pendaftaran produk lewat online.



"Ya bisa online, kecuali obat, kalau obat kan risiko lebih tinggi. Obat baru harus uji klinis dan lain-lain, memakan waktu," kata Penny.

Menurut Penny, jika produk lokal termasuk dari UMKM sudah terdaftar BPOM maka pilihan masyarakat untuk mencari produk yang aman semakin besar dan penjualan produk tanpa izin edar bisa ditekan.

"Jika sudah dipenuhi para penjahat produk ilegal tentu tidak ada lagi di pasar. Dan dengan edukasi masyarakat akan mencari produk yang aman, bermutu, dan berkualitas," pungkasnya.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat yang hadir sebagai pembicara di Lokakarya itu mengaku audit dari BPOM menjadi pemicu berkembangnya perusahaan menjadi lebih baik, sehingga UMKM harus ikuti aturan termasuk mendaftar ke BPOM.


"Saya itu pernah setahun diaudit 7 kali oleh BPOM. Tapi kami menyadari ternyata setelah diaudit semakin baik, tahu apa yang harus diperbaiki. AKhirnya kepercayaan masyarakat juga tumbuh," kata Irwan.

Dalam Lokakarya tersebut, diberikan juga nomor izin edar kepada para pelaku usaha UMKM. Selain itu ada juga Sertifikat cara pembuatan obat tradisional yang baik dan cara pembuatan kosmetik yang baik. Pameran UMKM juga dibuka di Mall Paragon yang berada di sebelah hotel PO.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed