Penampakan Hitam Pekat Air Bengawan Solo yang Tak Bisa Diolah PDAM

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 29 Okt 2018 12:06 WIB
Anak Sungai Bengawan Solo di Kadokan, Sukoharjo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - PDAM Surakarta menghentikan operasional dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) karena air Bengawan Solo tercemar begitu parah. Begini penampakan sungai yang tercemar.

Pantauan detikcom air Bengawan Solo tampak hitam di beberapa titik, Senin (29/10/2018). Antara lain di Kadokan, Sukoharjo, kemudian di Sewu, Jebres, dan bawah jembatan Jurug, Pucangsawit, Solo.

Titik pencemaran paling parah ialah di anak sungai Bengawan Solo di Kadokan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Tampak air berwarna hitam pekat. Alirannya pun tidak deras.

Di Beton, Kelurahan Sewu, Jebres, Solo, aliran utama Bengawan Solo ini hanya setinggi lutut orang dewasa. Warna air menunjukkan hitam kecokelatan.


Meski demikian, masih terlihat para pencari ikan. Menurut mereka, justru saat air tercemar ikan-ikan menjadi mudah ditangkap.

"Ini termasuk kotor sekali airnya. Kalau airnya tinggi nggak sekotor ini. Biasanya kalau seperti ini ikan pada naik ke permukaan," kata Wahyono, pencari ikan di Beton.

Aliran Bengawan Solo di bawah Jembatan Jurug, Solo.Aliran Bengawan Solo di bawah Jembatan Jurug, Solo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Sedangkan di bawah Jembatan Jurug yang paling dekat dengan IPA Jurug, airnya berwarna hitam. Air inilah yang masuk ke IPA Jurug.

Kondisi aliran Bengawan Solo di Sewu, Solo.Kondisi aliran Bengawan Solo di Sewu, Solo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

"Memang yang paling parah itu di Kali Samin, anak sungai Bengawan Solo. Muaranya di Kadokan, Sukoharjo," kata Humas PDAM Surakarta, Bayu Tunggul saat dihubungi detikcom.


Menurutnya, air baku yang sudah diolah tidak layak dikonsumsi. Meski telah diolah, air masih berwarna kuning, berminyak dan berbau. Ada 20 persen pelanggan dari total 59 ribu pelanggan yang terdampak.

"Dua IPA ini menyalurkan air ke Mojosongo, Ngoresan, Jebres, Pucangsawit, Jagalan dan Sangkrah. Ada 12 ribu pelanggan di daerah ini," ujarnya. (bai/sip)