DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 18:19 WIB

Pengamat: Tokoh Senior Harus Turun Tenangkan Kader

Usman Hadi - detikNews
Pengamat: Tokoh Senior Harus Turun Tenangkan Kader Foto: Usman Hadi/detikcom
sleman - Insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum Banser di Garut menuai polemik. Banyak pihak mengecam keras peristiwa tersebut, namun ada juga massa yang membela tindakan oknum Banser ini.

Menanggapi hal itu, pengamat politik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ahmad Norma Permata berpendapat sebaiknya kubu-kubu yang berpolemik menahan diri, supaya ketegangan pascainsiden tersebut bisa diminimalisir.

"Pertama para tokoh senior dari masing-masing kelompok harus segera turun tangan untuk mendinginkan angkatan mudanya," ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Yogya ini kepada detikcom, Selasa (23/10/2018).

"Di mana-mana kelompok muda cenderung konfrontatif, dan tugas yang tua untuk meluruskan dan melakukan rekonsiliasi. Para senior punya tanggung jawab moral untuk menyelesaikan masalah ini," lanjutnya.

Selanjutnya Ahmad menyarankan pemerintah dan media massa berperan aktif dalam meredam provokasi yang timbul pascainsiden pembakaran. Tentu pihak ketiga ini harus netral dalam menjabarkan persoalan tersebut.

"Ketiga aparat harus sigap untuk melokalisir insiden ini ke dalam tataran hukum, misalnya dengan memproses pelaku (pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid) di satu sisi, sekaligus provokator di sisi lainnya," jelasnya.

"Hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah masyarakat membuat penafsiran yang semakin liar tentang apa yang sebenarnya terjadi (dalam insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid tersebut)," tuturnya.

Menurut Ahmad, sebenarnya ada pelajaran penting dari peristiwa insiden pembakaran ini. Lewat peristiwa tersebut semua pihak harus semakin waspada terhadap berbagai kemungkinan penyebab konflik terutama di tahun politik.

"Sebenarnya situasi tersebut (pro-kontra) dapat dimaklumi dalam dua pengertian. Pertama sekarang ini adalah tahun politik sehingga setiap orang selalu mencari kesempatan untuk melakukan politisasi isu, apapun itu," sebutnya.

"Kedua reaksi yang instan terhadap insiden tersebut sebenarnya menunjukkan dampak politis dari sikap teman-teman Ansor dalam mengekspresikan diri di ruang publik, yang langsung atau tidak langsung membuat beberapa pihak merasa diserang," tutupnya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed