DetikNews
Kamis 18 Oktober 2018, 12:18 WIB

Ini Sanksi ke Pabrik Cat Pencemar Air PDAM Solo jadi Merah Darah

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Ini Sanksi ke Pabrik Cat Pencemar Air PDAM Solo jadi Merah Darah Air PDAM Solo semerah darah. (Foto: Istimewa)
Solo -

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, menegaskan akan menutup pabrik cat yang mencemari air PDAM hingga berwarna merah darah. Selain itu dia juga menegaskan kasus pencemarannya harus diselesaikan secara hukum.

"Kalau pabrik yang mencemari ini tidak ada izinnya, ya ditutup," kata Rudy kepada wartawan di Kelurahan Pucangsawit, Jebres, Kamis (18/10/2018).

Dalam sidak kemarin, diketahui bahwa pemilik pabrik tidak dapat menunjukkan perizinan terkait pengelolaan limbah. Mereka hanya memiliki izin perdagangan, padahal mereka memproduksi cat.


"Kalaupun itu punya izin, tapi kalau sudah mencemari seperti ini ya akan kita cabut izinnya," kata dia.

Dia menilai kasus ini termasuk parah. Sebab limbah pabrik cat sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia.

"Untung ketahuannya pagi. Kalau malam kan enggak keliatan warna merahnya. Kalau langsung direbus kan membuat masyarakat celaka," ujarnya.


Dia mengaku telah meminta Dirut PDAM Surakarta melaporkan kasus tersebut agar diproses secara hukum. Dia menyerahkan proses sepenuhnya kepada polisi.

"Harus diproses secara hukum karena membahayakan. Kemarin saya sudah minta untuk lapor polisi," tutupnya.


Diberitakan sebelumnya, kondisi air PDAM berwarna merah darah dirasakan warga Banyuanyar, Banjarsari sejak dua pekan lalu. Baru Selasa (16/10) malam PDAM menemukan sumber pencemaran berasal dari pipa limbah pabrik cat yang disambung ke pipa air minum.


Saksikan juga video 'Ada 'Air Sirup', PDAM Bandung Langsung Bergerak':

[Gambas:Video 20detik]


(bai/mcs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed