DetikNews
Kamis 18 Oktober 2018, 08:06 WIB

Geger Air PDAM Merah Darah yang Nyaris Mengalir ke Rumah Jokowi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Geger Air PDAM Merah Darah yang Nyaris Mengalir ke Rumah Jokowi Suasana saat tim gabungan mendatangi pabrik cat. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Selama dua pekan terakhir warga Banyuanyar, Banjarsari, Solo mendapati air PDAM berubah warna menjadi merah darah. Terus dicari penyebabnya, akhirnya sumber masalah diketahui berasal dari limbah pabrik cat.

"Itu ada di Banyuanyar, hampir masuk ke wilayah rumah Pak Jokowi. Kita sudah antisipasi dengan memotong pipa yang mengalir air warna merah," kata Humas PDAM Surakarta, Bayu Tunggul saat dihubungi detikcom, Rabu (17/10).

Tidak mudah bagi PDAM menemukan sumber masalah, sebab mereka harus mengecek satu per satu pipa air. Sambil mencari sumbernya, PDAM harus selalu menguras air secara periodik agar pelanggan tetap mendapatkan air bersih.

Akhirnya PDAM mencurigai sumber masalahnya ada di pabrik cat di Jalan Adi Soemarmo, Banyuanyar. Pada Selasa (16/10) malam, PDAM bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendatangi pabrik tersebut.

"Kemarin ada 20-an orang di situ, tapi katanya hanya petugas bangunan, karena karena pabrik baru direhab. Mereka enggak bisa jawab apa-apa," tutur Bayu.

Pada Rabu (17/10) siang, PDAM bersama kepolisian, DLH, DPRD dan Satpol PP kembali mendatangi pabrik itu. Mereka memeriksa mulai dari perizinan hingga aliran limbah.

Waktu diperiksa perizinannya, Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa DLH Surakarta, Dyah Winarti mengungkapkan pabrik bernama PT Mahkota Citra Lestari itu hanya dapat menunjukkan izin perdagangan (SIUP) dan izin gangguan. Sedangkan mereka tidak memiliki izin terkait pengelolaan limbah.

"Waktu ditanya tidak dapat menunjukkan izin, hanya izin perdagangan. Tapi kok sudah beroperasi, ya melanggar," kata Dyah Winarti.

Detikcom sempat mengikuti jalannya inspeksi. Tim kemudian memeriksa pipa yang digunakan untuk mengalirkan limbah. Mereka mendapati adanya pipa yang baru saja diperbaiki, sehingga seakan-akan tidak bermasalah.

"Kemarin malam kami sudah cek, bentuknya tidak seperti ini. Ini baru diubah hari ini," kata salah satu petugas sambil menunjukkan foto penampakan pipa pada Selasa malam.

Petugas juga menggali tanah di depan pabrik untuk membuktikan apakah pipa limbah terhubung dengan PDAM. Ternyata benar, kedua pipa tersambung.


Dari pipa tersebut tampak keluar air berwarna merah. Namun kondisi warna merahnya sudah tidak sepekat kemarin. Petugas lalu memutus sambungan tersebut.

Pengelola pabrik, Lesi, mengatakan memang ada pembongkaran dua pekan lalu. Namun dia tidak tahu bahwa kedua pipa disambungkan.


"Dua minggu lalu kan ada truk di depan yang membuat pipa kami rusak. Kami minta orang untuk membetulkan pipa kami. Tidak tahu kalau ternyata disambungkan," ujar dia.

Sekilas memang kedua pipa terlihat sama karena terbuat dari PVC. Namun menurut Direktur Teknik PDAM Surakarta, Tri Atmojo, kualitas pipa PDAM jauh lebih bagus.


"Kata mereka dua minggu lalu memang rusak lalu minta orang diperbaiki. Kemungkinan orang itu mengira pipa kita bukan milik PDAM. Untuk urusan sengaja atau tidak, kami serahkan ke polisi," ujarnya.

PDAM pun akhirnya melaporkan kejadian pencemaran air minum ini kepada aparat Polresta Surakarta. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.



Saksikan juga video 'Ada Air Sirup, PDAM Bandung Langsung Bergerak':

[Gambas:Video 20detik]


(bai/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed