DetikNews
Senin 15 Oktober 2018, 18:19 WIB

Kecelakaan Tewaskan 7 Orang di Boyolali, Sopir Bus Jadi Tersangka

Eko Susanto - detikNews
Kecelakaan Tewaskan 7 Orang di Boyolali, Sopir Bus Jadi Tersangka TKP kecelakaan bus dan mobil di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Sopir bus Pariwisata, Mata Trans yang mengalami kecelakaan menabrak mobil Isuzu Panther dan mengakibatkan 7 orang tewas ditetapkan sebagai tersangka. Sopir bus bernomor polisi AD 1417 DH, Arif Hartanto (46), itu juga telah ditahan.

"Sudah ditahan dari kemarin (Minggu)," ujar Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi melalui pesan singkat, Senin (15/10/2018).

Dalam kasus tersebut, Arif juga menjalani tes urine dan tes darah. Namun Kapolres tak menyebutkan hasil kedua tes tersebut. Menurut dia, penyidik juga akan melakukan tes psikologi terhadap Arif Hartanto.

"Besok periksa psikologi," lanjut dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan itu terjadi Jalan Raya Solo- Semarang, tepatnya di pertigaan Wika, Dukuh Pomah, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Mojongsongo, Boyolali, Sabtu (13/10/2018) sore. Antara bus Pariwisata Mata Trans, AD 1417 DH dengan mobil Isuzu Panther AD 8447 KS.


Bus Pariwisata yang dikemudikan Arif Hartanto melaju dari arah Semarang ke Solo, tiba-tiba oleng ke kanan, melompati median jalan dan menabrak mobil Isuzu Panther yang melaju dari arah berlawanan. Tujuh orang tewas dan dua orang lainnya mengalami luka-luka, yang semuanya merupakan penumpang mobil Isuzu Panther. Sedangkan sopir bus berhasil selamat.

Para korban tewas yakni Yasinta Ayundari (25), Arini (51), Slameto (50), Ubi galih Sania Putri (20), Sikam (70) dan Atmorejo (75) dan Dwi Bagus Windarto (26). Sedangkan yang mengalami luka-luka, yaitu anak kembar, Trio Margo Sudarsono (17) dan Trio Cahyo Sudarsono (17).


Rombongan ini menumpang mobil Isuzu Panther warna merah, AD 8447 KS. Mereka perjalanan pulang setelah dari acara hajatan di Wonogiri. Para korban merupakan satu keluarga warga Dukuh Jetaksari, Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Boyolali.

Atmorejo dan Sikam merupakan pasangan suami istri. Kemudian Slameto dan Arini juga pasangan suami istri anak dari Atmorejo-Sikam tersebut. Yasinta dengan Dwi Bagus Windarto juga pasangan suami istri yang baru menikah dua bulan yang lalu.

Enam korban dimakamkan di Desa Urutsewu, Minggu (14/10/2018). Satu korban yakni Dwi Bagus Windarto yang merupakan suami Yasinta dimakamkan di daerah asalnya di Kebakkramat, Karanganyar.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed