DetikNews
Senin 15 Oktober 2018, 17:28 WIB

4 Bulan 4 Napiter Meninggal, Pemerintah Didesak Investigasi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
4 Bulan 4 Napiter Meninggal, Pemerintah Didesak Investigasi Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Kematian narapidana terorisme (napiter) Agus Tri Mulyono di Lapas Batu Nusakambangan, dipertanyakan sejumlah pihak. Pasalnya, Agus menjadi napiter keempat yang meninggal dalam empat bulan terakhir.

Humas Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC), Endro Sudarsono, menduga ada keganjilan dalam kematian keempatnya. Dia mendesak pemerintah membentuk tim independen untuk menginvestigasi penyebab kematian mereka.

"Kami mendesak Ketua DPR dan Presiden untuk membentuk tim pencari fakta independen, profesional dan kompeten mengungkap penyebab kematian mereka," kata Endro dalam jumpa pers di Semanggi, Solo, Senin (15/10/2018).

TARC menyebut tiga napiter sebelumnya ialah Muhammad Basri yang meninggal pada 7 Juli 2018. Kemudian Irsyad alias Ican pada 12 Agustus 2018 dan Winduro pada 22 September 2018.

Keempatnya didiagnosis meninggal karena sakit. Meski demikian, TARC menduga ada penyebab lain yang membuat napiter meninggal.

"Memang mungkin saja sakit paru-paru, sesak napas, gagal jantung. Tapi yang kita khawatirkan penyebab utamanya karena mungkin luka, ditembak, atau jeratan," ujar dia.

Sementara itu, Ketua TARC, M. Taufik, juga menyoroti masalah fasilitas di dalam lapas, terutama masalah makanan dan kesehatan. Seharusnya lapas harus memberikan fasilitas tersebut secara layak.

"Napiter itu ditahan di super maximum security, segala makanan itu yang memberikan dari pengelola, tidak bisa makanan masuk dari luar. Maka tim pencari fakta ini juga harus dibentuk dari sisi ahli kesehatan ahli gizi, tidak hanya dari tim hukum," tutupnya.
(bai/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed