Peristiwa terjadi 29 September 2018 lalu ketika usai pertandingan Persis Solo melawan Persibat Batang di Stadion Batang. Ketika para suporter itu pulang dan melintas di Semarang, mereka berulah.
Ada 5 bus suporter Persis Solo yang melintas dan sebenarnya sudah dikawal kepolisian. Namun ketika di depan Alfamart Irigasi, Mangkang, Semarang, bus pertama berhenti dan turun kemudian melempari mini market itu dan menganiaya seorang remaja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai dari Kaliwungu, kita terprovokasi," kata Sodiq kepada wartawan di Mapolrestabes Semarang, Senin (8/10/2018).
Meski tidak jelas teriakan apa di luar bus, ternyata mereka emosi dan meminta bus berhenti, kemudian mereka pun turun. Di mini market Alfamart tersebut mereka mengejar remaja bernama Yusuf Ferbiansah (15) dan menghajarnya. Korban sempat berada di mini market itu sehingga terjadi pelemparan.
"Anak-anak pada turun waktu itu," tandasnya.
Peristiwa itu tidak berlangsung lama dan tidak sampai ada penjarahan karena kepolisian yang berjaga langsung merapat dan mengamankan situasi. Para suporter itu pun melanjutkan perjalanan dan korban dilarikan ke rumah sakit.
Anggota Polrestabes Semarang dan Polsek Tugu usai kejadian itu melakukan penelusuran. Setelah terkumpul bukti termasuk rekaman CCTV, diamankan 3 orang yaitu Sodiq dan 2 remaja yaitu GA (16) dan AS (18).
"Saya cuma ikut-ikutan aja ngelempar. Saya nggak mukul," ujar GA.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengatakan, para tersangka diamankan di Surakarta. Diperkirakan masih ada pelaku lain sehingga penyelidikan terus dilakukan.
"Akan kami kembangkan, dari 3 pelaku ini, kami yakin tidak hanya ini," kata Abiyoso.
Para tersangka yang sudah tertangkap itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat pasal 170 ayat (1) KUHP tentang bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Kepada Kapolrestabes, tersangka Sodiq sempat memohon maaf, ia mengaku sudah membuat repot kepolisian yang bertugas.
"Saya minta maaf Pak, sudah bikin repot pak polisi," ujar Sodiq.
Sementara itu Kapolsek Tugu, Kompol Davis Busin Siswara menambahkan, korban pengeroyokan ternyata bukan suporter dan hanya warga yang sedang di lokasi.
"Korbannya itu tidak ngapa-ngapain sama sekali. Mengalami luka di wajah," kata Davis.
Untuk menghindari peristiwa serupa, Kapolrestabes Semarang mengimbau agar koordinator suporter bisa mengatur anggotanya. Jika kesulitan, diminta tidak usah kirim suporter.
"Ketika tidak dapat memastikan aman dan tidaknya suporter, tidak perlu kirimkan suporter. Jangan sampai peristiwa seperti ini terjadi lagi, akan menciderai marwah kegiatan sepak bola. Saya tidak akan segan kepada suporter yang merugikan," tegas Abiyoso. (alg/sip)











































