Ini Jawaban Bupati Gunungkidul soal Dia Tercatat Kader 2 Parpol

Usman Hadi - detikNews
Senin, 24 Sep 2018 14:41 WIB
Bupati Gunungkidul, Badingah (Foto: Usman Hadi/detikTravel)
Bupati Gunungkidul, Badingah (Foto: Usman Hadi/detikTravel)
Gunungkidul - Bupati Gunungkidul, Badingah, angkat suara terkait polemik keanggotaan ganda dirinya di dua partai politik (parpol). Badingah masih tercatat sebagai kader di Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Badingah mengatakan, polemik kepengurusan ganda dirinya sebaiknya dikonfirmasi langsung ke pengrus PAN dan NasDem Gunungkidul, bukan kepadanya.

"Ya ditanya saja semuanya. Silakan Anda untuk menghubungi partai-partai itu," kata Badingah kepada detikcom usai menghadiri vicon pimpinan Polri tentang kesiapan pengamanan Pileg damn Pilpres 2019 di Mapolres Gunungkidul, Senin (24/9/2018).

Kepengurusan ganda Badingah di dua parpol memang menjadi polemik. Dia tercatat masih menduduki Majelis Pertimbangan DPD PAN Gunungkidul sekaligus Dewan Pembina DPD Partai NasDem Gunungkidul.


Polemik berawal dari pernyataan Ketua Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja DIY, Bambang Praswanto, yang menyebut lima kepala daerah di DIY termasuk Badingah siap menjadi juru kampanye Jokowi.

Namun kemudian Bambang merevisi pernyataannya. Sebab, Badingah telah menarik diri dari Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja DIY. Bambang tak mengetahui alasan kader yang disebutnya dari NasDem itu.


Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Partai NasDem Gunungkidul, Suparjo, membenarkan bahwa Badingah masih menjabat dewan pembina partai. Adapun alasan Badingah menolak bergabung timses karena ingin fokus membangun daerah.

"Ya katanya partai pengusung (Badingah) sepakat, biar konsentrasi menyelesaikan tugas-tugas beratnya sebagai bupati Gunungkidul saat ini," jelas Suparjo.

Pernyataan Bambang dan Suparjo yang menyebut Badingah masuk struktural Nasdem ditampik keras oleh DPD PAN Gunungkidul. Pengurus PAN tegas menyatakan bahwa Badingah adalah kadernya.


"Setahu saya Bu Badingah itu kan kader PAN, pengurus PAN sesuai SK tahun 2015. Toh kami juga mengusung Bu Badingah di Pilkada. Jadi setahu kami seperti itu," ujar Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi.

"Kalau ada partai politik lain (mengklaim) Bu Badingah tercatat sebagai pengurus atau kader partai politik lain ya ditanyakan pada partai lain itu. Kemudian tanyakan kepada yang bersangkutan saja (Badingah)," lanjutnya.




Tonton juga 'Catat! Timses Jokowi Komitmen Tak Akan Black Campaign':

[Gambas:Video 20detik]

(mbr/mbr)