DetikNews
Minggu 23 September 2018, 18:58 WIB

Pasar Unik Gaya Tempo Dulu di Tengah Hutan Wonosobo

Uje Hartono - detikNews
Pasar Unik Gaya Tempo Dulu di Tengah Hutan Wonosobo Foto: Uje Hartono/detikcom
Wonosobo - Jika biasanya pasar identik dengan pengap dan semerawut, beda halnya dengan pasar Kumandang di Wonosobo. Pasar yang ada di Desa Bojasari, Kecematan Kertek ini cukup unik.

Misalnya lokasi yang berada di tengah hutan. Hal ini membuat udara pasar terasa sejuk. Belum lagi semilir angin membuat para pembeli betah berlama-lama di pasar Kumandang.

Tidak hanya itu, pasar yang berlokasi sekitar 15 kilometer dari pusat kota ini seakan memaksa para pembeli kembali ke masa lalu. Bagaimana tidak, jika lumrahnya transaksi di pasar lain menggunakan uang rupiah, para pembeli di Pasar Kumandang justru menggunakan keping dari bathok kelapa yang sudah disediakan.
Pasar Unikl Gaya Tempo Dulu di Tengah Hutan WonosoboFoto: Uje Hartono/detikcom

Nuansa tradisional di Pasar Kumandang semakin kental saat melihat semua penjual kompak mengenakan pakaian lurik, salah satu pakaian adat jawa. Belum lagi di sudut-sudut pasar terdapat beberapa permainan anak tempo dulu.

"Ada beberapa permainan anak yang bisa dipakai siapa saja. Kami sengaja menyediakan permainan anak tempo dulu untuk mengingatkan. Karena sekarang sudah jarang dijumpai di kehidupan sehari-hari," kata Lurah Pasar Kumandang Sigit Budi Martono, Minggu (23/9/2018).

Untuk transaksinya, di poasar yang hanya buka setiap hari minggu ini sengaja menggunakan bathok kelapa yang sudah dibikin bulat. Satu keping bathok tersebut senilai Rp 2 ribu. kepingan bathok itu digunakan semua transaksi di Pasar Kumandang.

"Pembali bisa menukarkan uangnya dulu. Satu keping bathok senilai Rp 2 ribu ," terangnya.
Pasar Unikl Gaya Tempo Dulu di Tengah Hutan WonosoboFoto: Uje Hartono/detikcom

Selain makanan tradisional, juga terdapat beberapa kerajinan warga setempat. Menurut dia, pasar yang mulai aktif dibuka sejak mei 2018 lalu untuk memandirikan masyarakat di Desa Bojasari.

"Ada beberapa nilai yang kami tanamkan di pasar ini. Misalnya menanam kemandirian serta mengembalikan akar budaya, dalam hal ini budaya Jawa," jelasnya.

Bahkan, meski berada di hutan dengan udara yang sejuk, di Pasar Kumandang dilarang merokok. Menurut dia, hal ini juga untuk menanamkan nilai saling menghargai dengan tidak mengganggu orang lain.

"Adanya larangan merokok ini sebagai bentuk menghormati orang lain yang tidak merokok," kata dia.
(bgs/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed