Museum Tosan Aji Purworejo Jamas Ribuan Pusaka

Rinto Heksantoro - detikNews
Jumat, 21 Sep 2018 18:27 WIB
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Sebanyak 1.138 pusaka koleksi Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dijamas atau disucikan. Pusaka berupa keris, tombak, pedang, kujang hingga seperangkat gamelan peninggalan bupati pertama Purworejo RAA Tjokro Nagoro dijamas agar terjaga keawetannya.

Jamasan dilakukan di jalan dr Setiabudi tepatnya di depan pendopo bupati pada Jumat (21/9/2018) sore. Pusaka-pusaka itu dibersihkan setiap tahun sekali terutama pada bulan suro untuk menjaga keawetan dan sebagai bentuk melestarikan budaya.
Museum Tosan Aji Purworejo Jamas Ribuan PusakaFoto: Rinto Heksantoro/detikcom

"Tujuan penjamasan agar benda-benda pusaka itu awet dan tidak cepat rusak. Selain itu ritual tersebut juga menjadi simbol untuk melestarikan kebudayaan Jawa," tutur Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Agung Pranoto yang ditemui detikcom usai acara, Jumat (21/9/2018).

Agung menambahkan, lebih dari 1.000 pusaka yang akan dijamas itu terdiri dari keris, tombak, pedang, kudi, cundrik, kujang, jambio, granggang hingga seperangkat gamelan peninggalan bupati pertama Purworejo RAA Tjokro Nagoro. Sebagian besar pusaka itu merupakan sumbangan dari warga masyarakat yang dititipkan di museum tersebut sejak bertahun-tahun lalu.

Sebelum dijamas, pusaka diarak dari museum menuju tempat jamasan dan diiringi oleh para pengawal yang berpakaian ala prajurit Keraton serta tarian Cin Po Ling. Dibawa dengan menggunakan nampan bertabur bunga oleh punggawa dan dipayungi dengan Pusaka Payung Tombak Cacing Kanil, pusaka-pusaka itu kemudian dijamas oleh seorang petugas museum.

Dalam penjamasan sendiri, disediakan berbagai uba rampe atau bahan yang digunakan untuk membersihkan benda-benda pusaka tersebut. Bahan-bahan itu pun sudah diramu khusus menjadi resep kombinasi jamasan yang diambil dari berbagai unsur.
Museum Tosan Aji Purworejo Jamas Ribuan PusakaFoto: Rinto Heksantoro/detikcom

"Jadi ada warangan, ada jeruk nipis, bunga dan lain-lain. Nanti kalau sudah diwarangi, pamor dari pusaka itu akan kelihatan jelas dan tampak bersih. Untuk yang pertama dijamas adalah pusaka milik kabupaten yang namanya Keris Carubuk buatan Empu Paneti dari abad ke-14," imbuh Agung.

Setelah jamasan pusaka keris kabupaten selesai kemudian dilanjutkan dengan jamasan untuk pusaka lain yang merupakan koleksi dari Museum Tosan Aji. Jamasan sendiri tidak harus diselesaikan dalam sehari karena masih bisa dilanjutkan pada keesokan harinya selama masih dalam bulan Suro.

"Karena banyaknya pusaka, jamasan tidak harus selesai hari ini, namun masih bisa dilakukan besok selama masih dalam bulan Suro," pungkasnya. (bgs/bgs)