DetikNews
Kamis 20 September 2018, 17:04 WIB

Ungkap Rasa Syukur, Petani Jepara Kirab 1.000 Ingkung Ayam

Wikha Setiawan - detikNews
Ungkap Rasa Syukur, Petani Jepara Kirab 1.000 Ingkung Ayam 1.000 ingkung dikirab di Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jepara - Tradisi kirab seribu ingkung Desa Kendengsidialit Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara hari ini berlangsung meriah. Ribuan petani membawa ingkung dari balai desa menuju area persawahan yang berjarak sekitar satu kilometer.

Prosesi kirab tersebut juga dimeriahkan dengan lomba wong-wongan sawah yang diarak bersama barisan kirab. Dalam kirab tersebut menampilkan pasukan keprajuritan, kepala desa dan perangkat, replika kerbau, rebana, dan ribuan petani pembawa ingkung ayam.

Kegiatan bertambah meriah dengan kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Panggung utama yang berada di ujung jembatan area persawahan itu penuh dikelilingi petani.

"Pertanian di sini jos, dalam satu tahun bisa tiga kali masa tanam," ujar Ganjar Pranowo, Kamis (20/9/2018).

Hal itu patut disyukuri oleh petani, lanjut dia, sehingga kegiatan kirab seribu ingkung bisa menjadi tradisi yang dilakukan secara rutin di tiap tahun.

"Iya, kegiatan ini sebagai wujud syukur. Selain itu bisa menjalin kerukunan antar petani dan antar warga," paparnya.

Wong-wongan sawah ikut dikirab dalam acara ini. Wong-wongan sawah ikut dikirab dalam acara ini. Foto: Wikha Setiawan/detikcom

Kepala Desa Kendengsidialit, Kahono Wibowo menambahkan meski sudah menjadi acara tahunan, tapi menurutnya tradisi ini belum dikemas secara maksimal.

"Dalam hal ini kami mencoba memberikan ruang bahwa tradisi ini bisa dimiliki setiap warga. Sehingga dibuat semacam gelar budaya. Kenyataannya mereka (petani) menyambut baik," tutur dia.

Kirab seribu ingkung sendiri merupakan rangkaian kegiatan Gelar Budaya Desa Kendengsidialit. Beberapa acara lain di antaranya pentas seni, napak tilas makam leluhur, kirab sembilan gunungan dan pagelaran wayang kulit lima dalang lima panggung dalam satu cerita.

Berbagai hasil bumi dihadirkan di kegiatan ini. Berbagai hasil bumi dihadirkan di kegiatan ini. Foto: Wikha Setiawan/detikcom

"Gelar Budaya ini berlangsung sejak tanggal 13-27 September 2018. Tujuannya adalah menjalin kerukunan warga dan mengangkat potensi desa," imbuhnya.

Suyanti, seorang warga Desa Kendengsidialit mengaku senang dengan meriahnya kirab seribu ingkung.

"Selama ini syukuran pertanian hanya dilakukan kecil-kecilan oleh petani. Tapi kali ini ramai, sampai dihadiri Gubernur," tandasnya.




Tonton juga 'Meriah! Warga Foto-foto Bareng Kirab Kereta Kencana':

[Gambas:Video 20detik]


(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed