DetikNews
Rabu 19 September 2018, 17:58 WIB

Ingin Daftar CPNS, Ribuan Lulusan IAIN Kudus Belum Dapat Ijazah

Akrom Hazami - detikNews
Ingin Daftar CPNS, Ribuan Lulusan IAIN Kudus Belum Dapat Ijazah Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus ijazahnya belum keluar. Sementara itu salah satu syarat untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) adalah menyertakan nomor ijazah.

Ijazah menjadi salah syarat pendaftaran. Sementara itu, wisuda juga belum dilakukan oleh kampus.

Seperti yang dialami salah satu lulusan IAIN Kudus, Annisa' Nailal Husna. Ia terpaksa mengurungkan niatnya mengikuti seleksi CPNS tahun ini. Sebab ijazahnya belum keluar.

Seleksi CPNS dibuka tanggal 19 September 2018. Annisa berharap bisa mengikuti seleksi CPNS. Namun ijazah yang menjadi satu di antara syarat pendaftaran, belum diterima. IAIN Kudus memang belum memberikan ijazah kelulusannya.

Annisa mengatakan dia berencana menggunakan ijazahnya untuk dilampirkan dalam berkas syarat pendaftaran CPNS.

"Tapi ijazah belum keluar. Saya mau gunakan untuk daftar seleksi CPNS," kata Annisa dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (19/9/2018).
Lulusan S1 Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah, menambahkan, IAIN semula menyampaikan pengumuman wisuda pada Juni 2018. Namun sampai sekarang, wisuda tak juga jelas kapan akan diadakan.

"Jadwal wisuda sebelumnya telah diumumkan, tapi diundur," tambahnya.

Dia dan rekannya berharap bisa ada kejelasan terkait ijazah, dan juga waktu wisuda.

"Nantinya untuk melamar pekerjaan. Termasuk ikut seleksi CPNS," pungkasnya.

Mahasiswa IAIN Kudus lain yang mendambakan bisa daftar CPNS tapi belum terima ijazah adalah Dwi Hidayanti. Dia berharap agar ijazah bisa secepatnnya keluar. Supaya dia bisa memanfaatkan ijazah untuk daftar CPNS.

"Iya, mas. Benar. Saya berniat daftar CPNS tahun ini," kata dia.

Karena ijazah belum keluar, niat untuk mendaftar atau ikut seleksi CPNS terpaksa diurungkan.

"Tidak jadi (batal daftar CPNS, mas," tambahnya.

Dia berharap agar ada kejelasan soal kapan waktu wisuda, dan waktu ijazah keluar.

"Harapannya ya semoga pelaksanaan wisuda segera dilaksanakan, dan ijazahnya bisa segera dikeluarkan,"ungkap mahasiswi jurusan Tarbiyah Pendidikan Agama Islam (PAI).

Dikonfirmasi wartawan melalui telepon, Rektor IAIN Kudus, Mundakir membenarkan jika saat ini ijazah mahasiswa yang lulus bersamaan adanya perubahan status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) menjadi IAIN, memang belum keluar. Jumlah mahasiswa yang belum mendapatkan ijazah sekitar 1.500-an.

"Perubahan tersebut membuat organisasi tata kerja (ortaker) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) juga mengalami perubahan. SK perubahan dari Kementerian Agama terkait perubahan sudah keluar," katanya.

Karena Ortaker itu menjadi dasar untuk menandatangani ijazah. Sebab ijazah yang tanda tangan adalah rektor dan dekan. Pihaknya telah mengajukan perubahan ortaker ke Kemenpan RB sejak April 2018 lalu.

"Jika pengajuan ortaker dikabulkan oleh kementerian, maka dalam waktu dekat akan segera menggelar wisuda dan ijazah bisa dikeluarkan," terangnya.

Dia berharap jika ijazah mahasiswa bisa keluar sebelum masa penutupan pendaftaran CPNS. Biar lulusannya bisa memanfaatkan untuk ikut mendaftar CPNS.

Pihak kampus juga sudah menyediakan Surat Keterangan Lulus (SKL) untuk mahasiswa yang sudah lulus. Hanya SKL, kata dia, tidak bisa untuk daftar CPNS.

"Kalau daftar CPNS kan harus ijazah asli pakainya. Kalau SKL, bisa. Saya siap dan senang sekali. Tapi kan umumnya memang harus pakai ijazah asli," ungkap dia.

Menurutnya, tidak hanya IAIN Kudus yang lulusannya belum terima ijazah akibat perubahan dari STAIN ke IAIN.

"Ada delapan kampus. Di antaranya di Bangka Belitung, Papua, Pare-Pare dan lainnya. Kami terus komunikasi dengan mereka soal masalah yang sama," imbuhnya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed