detikNews
Rabu 12 September 2018, 17:38 WIB

Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman di Gunung Sumbing-Sindoro

Pertiwi - detikNews
Angin Kencang Jadi Kendala Pemadaman di Gunung Sumbing-Sindoro Foto: Pertiwi/detikcom
Magelang - Kebakaran lahan terjadi di kawasan Gunung Sumbing dan Sindoro di Temanggung, Jawa Tengah. Proses pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di Gunung Sindoro dan Sumbing masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Hembusan angin di lereng gunung yang tidak bisa diprediksi menjadi salah satu kendala proses pemadaman.

"Kadang hembusan angin berlangsung sangat kencang sehingga api dengan cepat membakar kemudian merembet," jelas Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, Rabu (12/9/2018).

Kendala lainnya kata dia, lokasi kebakaran berada di lereng yang curam dan sulit dijangkau oleh personel pemadam. Selain itu, pemadaman tidak bisa dilakukan pada malam hari karena kabut tebal yang selalu turun.

"Lokasi kebakaran juga jauh dari sumber air. Kemudian vegetasi padang ilalang yang kering membuat api dengan mudah merembet ketika terkena hembusan angin," ungkapnya.

BPBD Kabupaten Temanggung sendiri mengajukan permohonan bantuan pemadaman ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa water bombing. Namun demikian, sampai saat ini permohonan tersebut belum ada jawaban.

"Kita yang mengusulkan permohonan bantuan water bombing ke BNPB untuk menangani kebakaran Gunung Sindoro dan Sumbing, tapi belum ada konfirmasi disetujui," kata Gito.

Menurutnya, pemadaman sementara ini masih dilakukan secara manual oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Temanggung, Polri, TNI, relawan, masyarakat.

"Total ada sebanyak 150 personel yang kita terjunkan, 50 orang di Gunung Sindoro kemudian 100 di Gunung Sumbing. Pemadaman masih dilakukan manual, yakni menggunakan gepyok ranting dan membuat ilaran atau penyekatan agar api tidak melebar ke pemukiman warga," urai Gito.

Sampai hari ini, luasan lahan hutan yang terbakar di Gunung Sumbing wilayah Kabupaten Temanggung total mencapai 237,8 hektare. Sementara luas hutan yang terbakar di Gunung Sindoro mencapai 305,1 hektare.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, semua jalur pendakian di Gunung Sumbing dan Sindoro ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Dikonfirmasi terpisah, Administratur Perhutani Kedu Utara Erwin Syam mengatakan, segala hal yang berkaitan dengan proses pemadaman api di Gunung Sumbing dan Sindoro dipusatkan di Posko Induk Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.

"Sesuai dengan kesepakatan, semua hal terkait kebakaran sudah satu pintu di posko induk Katekan," kata Erwin.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Magelang, titik api yang mengarah ke wilayah Magelang di Gunung Sumbing sudah padam.

"Update informasi sore ini, titik api yang mengarah ke Magelang sudah padam. Sedangkan titik api di arah Utara (mengarah ke Temanggung) masih ada," ujar Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com