Temui Wali Kota Semarang, Dubes Suriname Belajar Berlalu Lintas

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 31 Agu 2018 19:10 WIB
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Ada banyak kesamaan budaya antara Suriname dengan Jawa. Salah satunya banyak masyarakat Suriname yang menggunakan Bahasa Jawa dan adat istiadat Jawa.

Duta besar Suriname untuk Indonesia, Ricardo Wilfred Panka datang ke Kota Semarang dan bertemu Wali Kota, Hendrar Prihadi. Salah satu yang dibicarakan adalah soal keselamatan berlalu lintas.

Ricardo mengatakan, Suriname dan Indonesia memiliki hubungan budaya, sejarah, alat musik, batik, dan juga pemakaian bahasa Jawa.

"Kita punya banyak hubungan, ada orang Jawa di sana," kata Ricardo di Balai Kota Semarang, Jumat (31/8/2018).

Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, namun menurut Ricardo hal yang ingin dipelajari yaitu keselamatan berlalu lintas karena di negaranya banyak pengemudi berkecepatan tinggi hingga menyebabkan kecelakaan.

"Di sana kalau mengemudi kencang. Berbahaya menyebabkan kecelakaan hingga kematian," pungkasnya.

Yang dipelajari dari Semarang, yaitu pengaplikasian rambu-rambu yang ia anggap bisa mempengaruhi laju pengemudi. Selain itu juga aplikasi Area Traffic Control System (ATCS) Kota Semarang yang bisa memantau kondisi lalu lintas lewat ponsel.

"Di sini angka kecelakaan rendah. Kita bisa belajar dari hal yang sederhana ini," tandasnya.

Sementara itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan pihaknya terbuka untuk memberikan bantuan dengan akan mengirim personel untuk melihat kondisi dan riset di Suriname. Hal itu agar apa yang diterapkan di Kota Semarang juga bisa diterapkan di Suriname.

"Untuk masyarakat di Kota Semarang, aplikasi ATCS ini dimanfaatkan masyarakat untuk menghindari simpul-simpul kemacetan, namun Pak Dubes melihat ada manfaat aplikasi ini dari sisi lain, maka akan kita sesuaikan bila memang dibutuhkan," kata Hendi.

Tidak hanya soal lalu lintas, kerjasama soal pendidikan dan kebudayaan juga mulai dijajaki. Ricardo mengakui banyak artis Indonesia yang sering manggung di sana.

"Ada Trio Macan, kemudian Didi Kempot ke sana. Didi Kempot itu setiap tahun ke sana," ujarnya. (alg/bgs)