DetikNews
Selasa 28 Agustus 2018, 14:33 WIB

Pecinta Satwa Kecam Polisi Pose Injak Bangkai Hiu di Bantul

Ristu Hanafi - detikNews
Pecinta Satwa Kecam Polisi Pose Injak Bangkai Hiu di Bantul Hiu yang terdampar di Pantai Parangkusumo, Bantul. Foto: Usman Hadi/detikcom
Bantul - Foto tiga oknum polisi berpose menginjak bangkai hiu di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuai sorotan publik. Kalangan pecinta satwa dan tumbuhan yang tergabung dalam Forum Edukasi Satwa dan Tumbuhan (FOREST) mengecam ulah tiga oknum polisi itu.

"Berkenaan dengan terdamparnya Hiu Tutul atau Hiu Paus (Rhincodon Typus) di Pantai Parangkusumo Bantul Yogyakarta, pada Senin 27 Agutsus 2018, yang kemudian menjadi viral di sosial media dengan foto hiu terdampar di atas pasir pantai dengan 3 orang berpakaian polisi menginjak dan berdiri berfoto ria di atas hiu malang tersebut, telah menjadikan keprihatinan dari berbagai komunitas pecinta satwa termasuk para partisipan dan jaringan kami," kata Bidang Advokasi FOREST, Hanif Kurniawan melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (28/8/2018).

Hanif menyebutkan dalam pandangan FOREST, apa yang dilakukan ketiga orang berpakaian polisi tersebut sangat tidak etis dan menyakiti hati para pecinta satwa. Hal tersebut juga mencerminkan tidak adanya sikap menghargai apalagi mencintai satwa kebanggaan Indonesia yang jelas-jelas dan nyata-nyata dilindungi apalagi Hiu Tutul yang secara khusus dilindungi.

"Lebih parah lagi apabila ketiga orang berpakaian polisi tersebut merupakan anggota resmi Polri," tuturnya.


Disebutkannya, Hiu Tutul atau Hiu Paus merupakan satwa yang dilindungi secara khusus sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No.18/KEPMEN-KP/2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus).

"Atas kejadian yang memprihatinkan tersebut maka kami mohon kepada Kapolda DIY agar spirit dan wawasan kecintaaan terhadap satwa dapat menjadi wawasan kesadaran dan prinsip setiap langkah gerak Polri dalam mengemban tugasnya untuk negeri, terutama di Yogyakarta yang istimewa ini," ujar Hanif.


FOREST merupakan gabungan 30 komunitas dan para individu pecinta satwa dan tumbuhan dari Yogyakarta, Muntilan, Magelang, Semarang dan Sumedang dengan impian terwujudnya masyarakat cinta satwa dan tumbuhan. Kegiatan mereka yakni mengedukasi dan pengenalan satwa kepada para siswa sekolah dan masyarakat umum sebagai wujud kecintaan kepada satwa dan tumbuhan.




Tonton juga 'Polisi yang Injak Bangkai Hiu akan Dihukum':

[Gambas:Video 20detik]


(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed