Polisi Ancam 'Penggoreng' Isu SARA dalam Kasus Iwan Adranacus

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 24 Agu 2018 21:14 WIB
Pelaku Iwan Adranacus berbaju tahanan warna biru (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Pelaku Iwan Adranacus berbaju tahanan warna biru (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Kasus tabrakan maut bos pabrik cat terkemuka, Iwan Adranacus, belakangan 'digoreng' pihak tertentu menjadi isu SARA. Polisi memberikan peringatan keras, bahkan siap menangkap penyebar isu tersebut di media sosial.

Hal tersebut disampaikan Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen (Pol) Ahmad Luthfi, usai berkunjung ke Mapolresta Surakarta, Jumat (24/8/2018).

Ahmad Luthfi juga meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan isu-isu liar yang beredar di media sosial. Masyarakat diajak menjaga ketertiban dan keamanan kota.

"Masyarakat jangan terpancing isu-isu yang beredar. Nanti akan kita lakukan tindakan," katanya.


Kapolresta Surakarta, Kombes (Pol) Ribut Hari Wibowo, menambahkan bahwa kasus saat ini sudah ditangani secara profesional. Masyarakat diminta mempercayakan kasus itu kepada polisi.

"Sejak awal sudah kita tangani secara profesional, transparan dan akuntabel. Percayakan pada kami. Silakan mengawal," ujar Ribut.


Mengenai isu SARA, dia mengaku telah memiliki tim khusus yang berpatroli di media sosial. Namun Ribut mengatakan akan lebih fokus menangani kasus dugaan pembunuhan ini.

"Media sosial ada timnya sendiri. Kami akan lebih fokus kepada kasus ini," tuturnya.

Adapun dalam kasus ini, Iwan diduga sengaja menabrak pemotor bernama Eko Prasetio di Jalan KS Tubun Solo, Rabu (22/8). Akibatnya, Eko terpental dan sempat terseret hingga tewas. (mbr/mbr)