JAD Dibekukan, BNPT: Kita Dekati Eks Anggotanya

Usman Hadi - detikNews
Kamis, 02 Agu 2018 14:35 WIB
Foto: Infografis: Kiagoos Auliansyah/detikcom
Yogyakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menganggap pembekuan Jamaah Ansharud Daulah (JAD) sudah tepat. Sebab, selama ini kegiatan JAD dianggap meresahkan dan mewadahi kelompok radikal. BNPT akan mendekati eks anggotanya.

"Kalau sebuah lembaga atau organisasi yang melakukan khalayak yang seperti itu (berpaham radikal) memang harus dibekukan," ujar Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, Kamis (2/8/2018).

Hal itu dikatakan Andi di sela acara 'literasi digital sebagai pencegahan radikalisme dan terorisme' yang digelar BNPT bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DIY di Hotel Cavinton Yogyakarta, Kamis (2/8/2018).


Menurut Andi, keputusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sudah berkekuatan hukum tetap. Tentunya pengadilan juga memiliki dasar tersendiri dalam memutus pembekuan organisasi yang disebut berafiliasi dengan ISIS ini.

"Tentunya pengadilan tidak serta merta memutuskan tanpa ada data, tanpa ada dasarnya. Mereka itu (JAD) memang menyebarkan paham-paham yang memang berpotensi radikal," ungkapnya.


Untuk menanggulangi radikalisme, BNPT telah menggandeng sejumlah stakeholder terkait untuk mengadakan program deradikalisasi. Salah satu sasarannya adalah mantan anggota atau simpatisan JAD yang tersebar di tengah masyarakat.

"Pendekatan itu sangat penting, bukan pendekatan hard approach, akan tetapi soft yang harus kita lakukan kepada yang bersangkutan dengan memberikan pendekatan kepada simpul-simpul tokoh-tokohnya," pungkas dia.

Sebelumnya, Majelis hakim PN Jakarta Selatan membekukan JAD. Hakim menyebut JAD bertanggung jawab atas aksi teror anggotanya, dan JAD dinyatakan menebar teror dengan menimbulkan ketakutan serta keresahan di masyarakat. (mbr/mbr)