Kecelakaan karambol melibatkan empat kendaraan itu terjadi di jalur lingkar utara atau jalan Prof Soeharso pada dini hari tadi. Tepatnya di wilayah Tegaljeruk, Kalikiring, Mojosongo, Boyolali.
"Korban meninggal dunia ada dua orang, sopir truk dan kernetnya," kata Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Febriyani Aer, di Mapolres Boyolali Senin (30/7/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diduga sementara truk yang pertama (B 9840 BYW) remnya blong," jelasnya.
Dua korban tewas yakni sopir truk tronton B 9840 BYW, Ariek Efrianto (28) warga Desa Pesanggrahan RT. 02/01, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Dia mengalami luka sobek pada kepala, dahi dan luka di kaki kiri. Kemudian kernetnya, Sukamto (40) warga jalan Mataram V No.51, Desa Kalipucangwetan RT 03/01, KecamatanBatang, Kabupaten Batang. Keduanya meninggal dunia di TKP.
Kronologi kecelakaan tersebut, bermula ketika truk tronton B 9840 BYW yang dikemudikan Ariek Efrianto melaju dari arah barat ke timur. Sesampainya di lokasi kejadian, diduga mengalami rem blong dan menyerempet pengendara sepeda motor, AD 5784 LS, Abdul Rouf. Dia mengalami luka ringan dan dirawat di RS PKU Aisiyah Singkil, Boyolali.
Truk tronton kemudian oleng ke kanan dan menabrak truk tronton H 1849 BZ yang dikemudian Ngali (38) warga DesaBumbangrejo RT 03/01 Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, yang berjalan searah di depannya. Setelah menabrak truk tronton, truk tronton yang mengalami rem blong oleng ke kanan dan menabrak pohon di kanan jalan. Bagian truk itu pun ringsek berat, dan sopir serta kernetnya terjepit. Keduanya luka parah dan meninggal dunia.
Sementara itu sipor truk tronton H 1849 BZ, Ngali mengatakan truknya dihantam dari belakang truk tronton yang remnya diduga blong itu. Sehingga oleng ke kiri, lalu ditabrak bus PO Laju Prima B 7051 TGC dari belakang dan menabrak pohon di kiri jalan. Pengemudi bus, Puji Raharjo (49) warga Dukuh Kedungsari RT. 01/09 Desa Lawu, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, selamtan. (sip/sip)











































