Laka Laut, 1 Nelayan Asal Pati Hilang dan 1 Selamat

Arif Syaefudin - detikNews
Jumat, 27 Jul 2018 06:54 WIB
Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Dua orang nelayan pencari rajungan mengalami kecelakaan laut di perairan Laut Jawa sekitar Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Satu nelayan hilang dan satu nelayan lagi berhasil di selamatkan.

Kecelakaan laut terjadi sekitar 30 mil dari bibir pantai Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti, Pati. Perahu milik Suwarno yang ditumpangi dua orang nelayan pencari rajungan itu mengalami laka laut pada hari Rabu (25/7).

Satu nelayan yang selamat dan berhasil dievakuasi di TPI Tasikagung Rembang, pada Jum'at (27/7/18) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

Korban selamat yakni Imamudin (30). Sedangkan korban hilang adalah Said (35). Keduanya warga Desa Dukuhseti RT 3 RW 2 Kecamatan Dukuhseti, Pati.

Edy Santosa, anggota Basarnas Kansar Semarang mengatakan pihaknya telah menerima laporan atas insiden tersebut pada Rabu (25/7) malam lalu. Kemudian dilakukan pencarian pada hari Kamis (26/7) namun tak membuahkan hasil.

"Setelah kita menerima laporan kita langsung upayakan pencarian, namun tak membuahkan hasil. Kemudian kita mendapat informasi bahwa ada salah satu kapal nelayan asal Rembang yang melihat korban selamat dan langsung mengevakuasinya dan dibawa pulang ke Rembang," papar Edy saat menjemput kedatangan korban di Rembang.

Korban selamat yang telah berhasil dievakuasi ke daratan langsung dilarikan ke RSUD Pati untuk pemeriksaan kondisi fisik korban setelah mengapung di laut. Sedangkan korban yang masih belum ditemukan rencananya akan tetap dilakukan pencarian oleh tim Basarnas.

Supriyanto, nelayan asal Desa Pacar Kecamatan Kota Rembang yang mengevakuasi korban saat mengapung di tengah laut mengungkapkan pada awalnya ia bersama rekannya sedang mencari ikan di sekitar lokasi kejadian.

"Kita lihat ada yang mengapung di tengah laut saat kita njaring ikan, terus dia (korban) juga teriak minta tolong. Saat kita dekati ternyata dia masih sadar, langsung kita bawa," papar Supriyanto.

Sementara itu, Sukamto kerabat pemilik kapal menceritakan, sebelum hilang, oleh teman sesama nelayan sekitar pukul 17.00 WIB, keduanya masih terlihat beraktifitas di atas perahu sebelum kembali ke darat. Namun, hingga pukul 20.00 WIB keduanya tak kunjung menyalakan lampu.

"Curiga atas kondisi tersebut, teman sesama nelayan tersebut berinisiatif mendekati perahu korban. Saat dicek, ternyata keduanya sudah tidak berada di atas perahu. Saat itu pula, kondisi ombak di lokasi kejadian mencapai tinggi sekitar 4 meter," paparnya.



Tonton juga video: 'Kapal Karam di Jember, Polisi Telah Ingatkan Ombak Besar'

[Gambas:Video 20detik]

(bgk/bgs)