Hati-hati! Ada Hoax Soal Zona Merah Difteri di Kota Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 20 Jul 2018 16:44 WIB
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Kasus difteri di Kota Semarang yang menyebabkan 2 anak meninggal diwarnai pesan hoax. Pada pesan bohong itu disebutkan daerah Genuk Semarang masuk zona merah difteri.

Di wilayah Kecamatan Genuk Semarang memang ada 6 penderita difteri dan 2 diantaranya meninggal tepatnya di Kelurahan Genuksari dan Bangetayu Wetan. Satu kasus lainnya juga terjadi di Tandang, Kecamatan Tembalang.

Dalam pesan berantai yang tersebar di Whatsapp itu, disebutkan jika melewati jalan Dong Biru agar menggunakan masker dan berhati-hati karena Genuksari masuk zona merah. Bunyi pesannya yaitu,

Di infokan kepada:
seluruh ibu hamil, ibu nifas, anak maupun keluarga diharapkan kalau lewat Jalan Dong Biru menggunakan masker. Karena Kelurahan Genuksari masuk Zona Merah Penyebaran Penyakit Difteri. Korban meninggal bertambah 1 warga Kelurahan Genuksari.

Buat Ibu2 Hamil dan teman2 lain harap hati-hati barangkali ada yang mau jemput anak di sekitar genuk masuk zona Merah Difteri.
Info :
Tim Medis Fakultas Kedokteran Unisula

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan informasi tersebut hoax dan pihak Fakultas Kedokteran Unissula sudah memberikan klarifikasi.

"Itu hoax! Memang ada kasus difteri di sana tapi itu sudah ditangani sedulur-sedulur Dinas Kesehatan Kota Semarang. Tidak ada yang namamnya zona merah apalagi sampai tidak boleh lewat daerah itu," kata Hendrar di Balai Kota Semarang, Jumat (20/7/2018).

Ia menjelaskan, total 7 penderita difteri tersebut semuanya tidak divaksin saat bayi karena orangtuanya menolak. Bagi yang sudah imunisasi, tidak perlu terlalu khawatir.

"Selama tidak menolak diimunisasi tidak perlu khawatir karena pencegahan utama difteri adalah imunisasi. Ketersediaan vaksin untuk difteri di Kota Semarang sangat cukup," jelasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Semarang melalui dinas kesehatan sudah langsung melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran antara lain imunisasi di lingkungan tempat tinggal penderita dan profilaksis atau pencegahan kepada orang-orang yang kontak dengan penderita. (alg/bgk)