DetikNews
Jumat 20 Juli 2018, 09:51 WIB

Jejak Perjalanan Obor Asian Games di Kota Yogya dan Solo

Sukma Indah Permana - detikNews
Jejak Perjalanan Obor Asian Games di Kota Yogya dan Solo Kirab obor Asian Games di Solo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Yogyakarta - Perjalanan Obor Asian Games 2018 dimulai dari Kota Yogyakarta. Dimulai dari pengawinan api dari India dan api abadi Mrapen, Jawa Tengah, api obor tersebut kemudian diinapkan di Keraton Yogyakarta lalu dikirab di Kota Yogyakarta.

Obor Asian Games mulai dikirab pada Kamis (19/7) pagi. Sri Sultan Hamengku Buwono X melepas obor kepada Menlu Retno Marsudi.

Menlu kemudian membawa obor tersebut menuju Alun-alun Utara kemudian dilanjutkan Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri dan seterusnya oleh atlet-atlet.

Sri Sultan HB X berharap atlet-atlet nantinya bisa bertempur di Asian Games dan meraih target maksimal.

"Api dari India dan Mrapen ini semoga bisa mewarnai sifat kejuangan para atlet yang disiplin dan tidak pantang menyerah," kata Sultan HB di Kraton Yogyakarta, Kamis (19/8/2018).

Rute kirab di Yogyakarta dimulai dari Pagelaran Keraton-Titik Nol Kilometer ke arah barat-PKU Muhammadiyah ke utara-Jalan Bhayangkara-Pasar Kembang ke timur ke Teteg Malioboro. Dari Teteg kemudian masuk ke Jalan Malioboro-Titik Nol-Jalan Senopati-Perempatan Gondomanan ke selatan-Pojok Beteng Wetan-Pojok Beteng Kulon ke arah utara-Ngabean-Ngampilan ke arah barat-Samsat-perempatan Pingit-Tugu.


Sepanjang jalan kirab Obor Asian Games disambut ribuan warga Yogyakarta. Usai dikirab, Obor Asian Games dilepas Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti untuk dibawa ke Solo.

"Saya serahkan (obor api Asian Games) kepada INASGOC, untuk selanjutnya dibawa ke Kota Solo," kata Haryadi.

Setiba di titik gapura Makutha, Solo, rombongan pembawa api Obor Asia Games disambut meriah oleh warga Solo.

Acara dimulai dengan seremonial penyerahan obor dari kepada Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. Dari wali kota, obor lalu diserahkan kepada pelari pertama, yaitu Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono.


Kapolda kemudian berlari membawa obor diikuti oleh rombongan pasukan Jaga Tirta PDAM Surakarta dan komunitas sepeda kuno. Api obor akan terus diestafetkan hingga Balai Kota Surakarta.

Tampak masyarakat berjajar di sepanjang Jalan Adi Sucipto antusias menyambut obor Asian Games. Tak terkecuali para siswa dari sekolah sekitar, mereka terlihat membawa bendera sambil mengibar-ibarkannya.

Adapun Torch Relay Asian Games XVIII ini akan melewati 19 titik estafet. Diperkirakan jarak sekitar 10 km ini akan ditempuh dalam waktu tiga jam.

Sejumlah tokoh, mulai dari atlet, pejabat, hingga artis, mendapat tugas menjadi pembawa obor. Sejumlah tokoh ternama, antara lain artis Dian Sastrowardoyo, pesepak bola Rochy Putiray, atlet judo Endang Sri Lestari dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang menjadi pelari terakhir.

Menteri Basuki bersama Wali Kota Rudy kemudian berlari bersama menuju Balai Kota Surakarta. Masuk ke halaman, mereka langsung disambut marching band dan pasukan Lembu Sura.

Wakil Wali Kota Surakarta, Achmad Purnomo, yang menanti di Balai Kota menerima obor dari Basuki. Api dari obor kemudian disambungkan ke kaldron atau wadah api.


Suasana semakin meriah ketika masyarakat meneriakkan yel-yel penggugah semangat. "Indonesia.. Indonesia," teriak para warga bak suporter sepak bola.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian medali penghargaan kepada para pelari. Medali diserahkan secara bergantian oleh Rudy dan Basuki.

Seusai acara Torch Relay Asian Games XVIII di Solo ini, api diinapkan semalam di Balai Kota Surakarta. Hingga akhirnya pagi ini api obor Asian Games diberangkatkan ke Malang. Penyerahan dilakukaan oleh Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo kepada perwakilan panitia sekitar pukul 04.00 WIB tadi.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed