DetikNews
Jumat 20 Juli 2018, 08:13 WIB

Mbah Marinem yang Hidup Sendirian di Gubuk Reyot Akhirnya Dievakuasi

Eko Susanto - detikNews
Mbah Marinem yang Hidup Sendirian di Gubuk Reyot Akhirnya Dievakuasi Mbah Marinem dievakuasi dari gubuk reyotnya tadi malam. Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Mbah Marinem (75), yang tinggal sendirian di Krajan Kidul RT 02/RW 02, Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, akhirnya dievakuasi menuju panti. Sebelum dibawa menuju panti sempat dibawa menuju RSUD Ungaran untuk diperiksa kesehatannya.

Kabar keberadaan Mbah Marinem yang tanpa sanak saudara dan sakit-sakitan itu diketahui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dari pemberitaan detikcom. Melalui akunnya @ganjarpranowo, gubernur berambut putih ini langsung meminta Dinsos Jateng untuk segera turun pada Kamis (19/7), sekitar pukul 15.30 WIB.

Selanjutnya, sekitar 3 jam kemudian, akun twitter Dinsos Jateng memberikan laporan bahwa Mbah Marinem sudah dilakukan penjemputan untuk dibawa ke Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Wening Wardoyo Ungaran.

"Sebelum dibawa ke Rumah Pelayanan Sosial, Mbah Marinem kita dimandikan terlebih dahulu biar seger," cuit akun @dinsosjateng.

Mbah Marinem saat berada di gubug reyotnya. Mbah Marinem saat berada di gubuk reyotnya. Foto: Eko Susanto/detikcom


Berdasarkan pantauan detikcom, sebelum dibawa menuju Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Wening Wardoyo, Mbah Marinem sempat mendapat pemeriksaan di RSUD Ungaran. Setelahnya sekitar pukul 21.30 WIB, Mbah Marinem dibawa menuju Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Wening Wardoyo menggunakan ambulans milik Dinas Sosial Provinsi Jateng.


Kepala Dinsos Jateng Nur Hadi Amiyanto saat mengatakan, setelah berita Mbah Marinem ditayangkan, pihaknya langsung bergerak.

"Jadi ketika di Detikcom dimuat, teman-teman langsung gerak. Ya sudah kita memang tugasnya melayani orang-orang terlantar," katanya saat dihubungi, Jumat (20/7/2018).

Sesuai SOP, katanya, setelah dievakuasi kemudian dibawa menuju rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Semalam Mbahe sudah sare di panti, dirawat," ujarnya.

Mbah Marinem setelah dievakuasi dari gubug reyotnya.Mbah Marinem setelah dievakuasi dari gubuknya. Foto: Dok Dinsos Jateng


Kemudian untuk rehabilitasi di luar panti, kata dia, menjadi tugas kabupaten/kota. Selanjutnya, jika sudah terlantar kabupaten/kota untuk menyerahkan kepada panti provinsi.

"Untuk semua rehabilitasi dalam panti tugas provinsi kecuali rehabilitasi eks pengguna narkoba dan HIV/AIDS," kata Nur Hadi.

Pihaknya juga mengaku, heran dengan Pemda setempat yang tidak bergerak.

"Saya juga heran deh Pemda setempat kok ora obah," pungkasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed