DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 14:57 WIB

Musim Kemarau di DIY Diprakirakan Terjadi Hingga September

Ristu Hanafi - detikNews
Musim Kemarau di DIY Diprakirakan Terjadi Hingga September Ilustrasi (Foto: Rachman Haryanto)
Sleman - BMKG memprakirakan musim kemarau di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berlangsung hingga bulan September mendatang. Di sejumlah titik berpotensi terjadi kekeringan ekstrem.

"Puncak musim kemarau di wilayah DIY diprakirakan bulan Agustus-September dasarian II. Tapi masing-masing daerah berbeda, tergantung wilayahnya ada yang puncaknya Agustus dasarian II (11-20 Agustus), hingga September dasarian II terutama di sebagian Kabupaten Gunungkidul," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, Senin (16/7/2018).

Hasil pantauan BMKG, beberapa titik berpotensi terjadi kekeringan ekstrem hingga hidrometeorologis. Di titik-titik tersebut sudah lebih dari 30 hari tidak turun hujan sama sekali atau berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya dalam jangka waktu panjang.


Daerah yang tidak turun hujan berturut-turut lebih dari 60 hari yaitu Kabupaten Bantul (Kecamatan Bantul, Dlingo, Imogiri, Jetis, Pajangan, Pandak, Srandakan), Gunungkidul (Girisubo, Tanjungsari, Tepus), dan Kulon Progo (Galur, Lendah, Pengasih).

Sedangkan daerah tidak hujan 30-60 hari yakni Bantul (Bambanglipuro, Imogiri, Kretek, Piyungan, Pundong, Sedayu, Sewon), Gunungkidul (Gedangsari, Karangmojo, Paliyan, Panggang, Playen, Ponjong, Purwosari), Kulon Progo (Kalibawang, Nanggulan, Samigaluh), Sleman (Berbah, Kebonagung).

"Ada yang sudah lebih dari dua bulan tidak ada hujan sama sekali, ini yang berpotensi dapat terjadi kekeringan ekstrem. Jadi untuk daerahnya tidak semua sama kondisinya," jelasnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed