Warganet Protes Gara-gara Batu Kali di Kudus Dicat Warna-warni

Akrom Hazami - detikNews
Sabtu, 14 Jul 2018 18:45 WIB
Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Sungai cantik di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, diprotes warganet karena batu kalinya dicat warna warni. Warganet mengecam adanya pengecatan batu kali itu.

Foto batu kali yang dicat warna-warni itu sudah tersebar luar di media sosial. Foto ini satu di antaranya diunggah di Instagram oleh akun @Sekitar Kudus. Di dalam foto terlihat pengunujung yang sedang duduk berpose dengan latar belakang batu-batu bercat warna warni.

Warganet ramai-ramai memprotes aksi adanya batu kali yang berwarna itu. Seperti akun @Muh-wid dan Dowy Mauluna yang mempertanyakan warna-warni batu tersebut. "Ko malah ngono leh, " tulis Muh-Wid.

"Bisa bantu mengingatkan pengelola tentang kerusakan lingkungan, ini sangat sungguh kebablasan atau sekalian lapor ke dinas pariwisata," tulis akun Navies16.

akun @Rose shot. Akun tersebut dalam cuitannya menilai pengeceatan batu-batu itu berlebihan. Ia juga menuding aksi pengeceatan batu-batu alam itu sebagai bentuk vandalisme.

"Terlalu memaksakan massive, vandalisme, yen dicoret-coret ora oleh, yen diwarnai oleh?? Ibarat wong wedok awak e ora ireng, ora puteh, nanging wedakan diwedaki kandel. Sedeh ngrasakke," tulis @Rose shot.

Dari data yang dihimpun, batu kali yang dicat warna warni itu berada di Objek wisata alam Rahtwu, dengan nama Kedung Gong. Dengan pengelolanya di tangan pribadi warga.

Santo, pengelola tempat wisata Kedung Gong mengatakan, dia memang sengaja melakukan pengecatan sejak usai Lebaran ketupat.

"Saya terinspirasi dari salah satu wisata di Jogja dan daerah lain," kata Santo dihubungi melalui telepon, Sabtu (14/7/2018).

Ada lima warna yang dipakai untuk mengecat batu kali, yakni merah, kuning, hijau, putih dan hitam. Dengan anggaran dialokasikan dari uang pribadi senilai Rp 1 juta. Kian berwarnanya batu kali membuat kunjungan wisatan meningkat dari biasanya.

"Jelas ada peningkatan kunjungan wisatawan ke tempat saya. Saya tidak bisa menyebutkan berapa jumlah wisatawan secara rinci. Yang jelas, ada peningkatan," ungkap Santo.

Hal itu menurutnya buah dari viralnya tempat wisata yang dikelolanya. Meski diakui banyak kecaman warganet, namun di sisi lain, itu membuat orang penasaran. Mereka pun berduyun-duyun datang karena ingin melihat sendiri batu kali warna-warni.

Dia menuturkan kalau upayanya hanya semata-mata ingin memajukan obyek wisata alamnya. Terlebih di desa itu, memang memiliki panorama alam yang indah. Dengan menawarkan kesejukan alam yang segar. (bgs/bgs)