Ini 4 Catatan Sudirman-Ida Terkait Pelaksanaan Pilgub Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 09 Jul 2018 17:57 WIB
Sudirman-Ida bersama para relawannya. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah mengakui hasil Pilgub Jawa Tengah 2018. Meski demikian pasangan yang diusung Gerindra, PKB, PKS, dan PAN itu menyatakan yang di dalamnya berisi catatan penyelenggaraan Pilkada.

Sudirman mengatakan secara keseluruhan tahapan Pilkada Jawa Tengah sejak persiapan, pendaftaran pencalonan, masa kampanye, masa tenang, hari pemungutan suara hinga proses perhitungan hasilnya telah berjalan baik.

"Kita juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah bahu membahu menyelenggarakan seluruh tahapan ini," kata Sudirman di Hotel Patra Semarang, Senin (9/7/2018).


Meski demikian, lanjut Sudirman, ada catatan pembelajaran. Dia selanjutnya menyampaikan empat catatan tersebut.

Yang pertama, terkait daftar pemilih tetap (DPT) yang dari penelusuran timnya ada 3,7 juta data bermasalah atau terindikasi tidak akurat. Hal itu sudah diadukan pihak terkait dan menurutnya belum ada penanganan serius.

"Jumlah ini lebih besar dari selisih perolehan suara antara pasangan nomor urut 1 dan pasangan nomor urut 2. Terhadap hal yang amat serius ini, kami memandang belum ada penanganan yang cukup serius oleh pihak-pihak yang berwenang," tandasnya.


Catatan kedua, yaitu terbatasnya sosialisasi dari KPU Jateng ditambah berulangnya gagal lelang baik brosur, baliho, dan pemasangan iklan di media cetak maupun elektronik. Akibatnya proses sosialisasi dinilainya tidak memadai.

"Adalah menarik mengaitkan antara minimnya sosialisasi dan tingkat partisipasi yang amat tinggi dibandingkan Pilkada dua periode sebelumnya. Menjadi tanda tanya dalam suasana 'adem ayem' minim sosialisasi tetapi partisipasi pemilih mencapai 67,97 persen, jauh di atas tingkat partisipasi dua Pilkada sebelumnya yang hanya 58,46 persen tahun 2008 dan 54,25 persen tahun 2013," jelas Sudirman.


Kemudian catatan ketiga, terkait hasil lembaga survei sebelum pemungutan suara yang merugikan pasangan nomor urut 2. Hal itu karena hasil survei mengiring persepsi yang hasilnya beda jauh dengan rekapitulasi KPU.

"Belakangan menjadi pembahasan publik bahwa prediksi lembaga-lembaga survei itu jauh sekali dari kenyataan di lapangan yang dibuktikan dengan perolehan suara kita," tegasnya.

Sedangkan catatan terakhir, terkait tekanan yang pernah dijelaskan oleh Sudirman sebelumnya. Yaitu tim yang membawa dana konsumsi untuk saksi disabotase dengan dihadang orang-orang bersenjata api.

"Pada saat-saat terakhir yang amat menentukan, uang konsumsi untuk saksi pun mengalami semacam 'sabotase'. Tidak berlebihan bila kami catatkan di sini bahwa tanpa pertolongan Allah, Pilkada Jawa Tengah hampir saja merenggut nyawa tim pemenangan Paslon nomor 2," tutur pria asal Brebes itu.


Namun Sudirman menegaskan 4 catatan itu bukan berarti tidak menerima kekalahan, melainkan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Ia menyatakan menerima dan tidak akan mengganggu proses Pilkada selanjutnya.

"Catatan di atas bukan dimaksudkan sebagai pernyataan sikap tidak menerima kekalahan, malahan justru dalam keterbatasan dan tekanan yang kami alami jumlah suara yang kami peroleh sejatinya adalah suatu kemenangan intrinsik," ujarnya.

Untuk diketahui Ganjar Pranowo dan Taj Yasin yang diusung PDIP, PPP, Demokrat, Nasdem mendapatkan 10.362.694 suara atau 58,78 persen. Sedangkan Sudirman Said dan Ida Fauziyah yang diusung Gerindra, PKB, PKS, PAN mendapatkan 7.267.993 suara atau 41,22 persen. (alg/mbr)