detikNews
Kamis 05 Juli 2018, 15:10 WIB

Kejari Brebes Tangkap Pelaku Korupsi Bansos yang Buron 4 Tahun

Imam Suripto - detikNews
Kejari Brebes Tangkap Pelaku Korupsi Bansos yang Buron 4 Tahun Kejaksaan Negeri Brebes tangkap terpidana korupsi yang buron 4 tahun. Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Kejaksaan Negeri Brebes, Jawa Tengah menangkap dan mengeksekusi terpidana kasus korupsi yang sempat buron selama 4 tahun. Petugas kejaksaan menangkap terpidana ini di Desa Cilangkap, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/7).

Terpidana bernama Sunardi bin Jihat ditangkap setelah petugas intel Kejaksaan Negeri Brebes melakukan pengintaian selama beberapa lama. Setelah mendapat informasi keberadaan terpidana, tim kemudian datang dan meringkusnya. Dia ditangkap tanpa perlawanan di sebuah toko kelontong miliknya di Depok Jawa Barat

Kepala Kejaksaan Negeri Brebes, Transiswara Adhi dalam keterangannya Kamis (5/7/2018) siang memaparkan terpidana Sunardi bin Jihat (63) merupakan warga Desa Pamedaran RT 08 RW 03, Kecamatan Ketanggungan, Brebes. Sunardi divonis 3 tahun 6 bulan penjara dalam kasus penyalahgunaan bantuan sosial UPPO (Unit Pengolah Pupuk Organik) sebesar Rp 340 juta pada tahun 2013.

Dia disidang secara In Absentia dan divonis oleh PN Tipikor Semarang sesuai putusan nomor 120/pidsus/tpk/ 2017 tanggal 10 Januari 2017.

"Dia pernah datang sekali saat dilakukan penyidikan pada tahun 2016. Kemudian hingga proses pengadilan dan vonis terpidana kabur hingga 4 tahun dan kami tangkap pada Rabu kemarin," kata Kajari Brebes, Transiswara Adhi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dana bantuan sosial UPPO dan peternakan senilai Rp 340 juta diajukan oleh Kelompok Tani Maju Bersama yang diketuai oleh Sunardi bin Jihat. Setelah dana cair dan masuk ke rekening Sunardi, dana diambil dalam tiga tahap.

Pertama untuk kegiatan pembuatan kandang, membeli 35 ekor sapi dan membeli mesin pengelola pupuk organik dari kotoran sapi.

Dalam pelaksanaan, dari 35 sapi itu 3 di antaranya mati dan menyisakan 32 ekor. Namun oleh Sunardi, sapi itu dijual tanpa pemberitahuan anggota kelompok lainnya.

Secara sepihak terpidana secara bertahap menjual semua sapi bantuan ini. Pertama 15 dan kemudian 17 ekor. Akibat perbuatannya itu, negara dirugikan sebanyak Rp. 209.206.950.

Sunardi ditangkap setelah pengintaian petugas intel Kejari Brebes selama 7 bulan.

Setelah mendapat informasi dari warga Desa Pamedaran, petugas langsung mengirim tim ke lokasi dan melakukan pemantauan.

Proses penangkapan dipimpin oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Brebes, Arie Chandra bersama sejumlah anggotanya.
Perugas berangkat pada hari Selasa Tanggal 03 Juli 2018 ke Depok setelah mengetahui keberadaan Sunardi.

Selanjutnya, sesampainya ditempat tersebut tim jaksa eksekusi melakukan pemantauan terhadap aktivitas terpidana.

"Selanjutnya pada Hari Rabu Tanggal 04 Juli 2018 sekira pukul 15.00 WIB Tim Jaksa Eksekusi menemukan terpidana sedang beraktifitas di kios miliknya. Tim Jaksa Eksekusi melakukan penangkapan terhadap terpidana, dan pada saat dilakukan penangkapan terpidana tidak melakukan perlawanan," imbuh Transiswara.

"Akibat perbuatannya, terdakwa melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 UURI no. 31 th 1999 Jo. UURI No. 20 Th 2001 tentang pemberantasan Tipikor," bebernya.

Selain penjara 3 tahun 6 bulan, Pengadilan juga menghukum terdakwa dengan denda sebesar Rp 209.206.950. Sesuai ketentuan, denda harus dibayar paling lambat 1 bulan sesudah putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. Jika terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara 2 tahun.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com