DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 15:45 WIB

Kapolda Jateng: Angka Kecelakaan Selama Lebaran Munurun

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kapolda Jateng: Angka Kecelakaan Selama Lebaran Munurun Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, menyatakan angka kecelakaan dalam arus mudik dan balik di wilayah Jateng tahun ini menurun 18 persen dibanding tahun lalu. Kegiatan mudik bareng menjadi salah satu kontribusi menurunnya angka kecelakaan.

"Dari tahun ke tahun, mudik bareng selalu meningkat dan pemerintah mengakomodir juga lebih. Setiap tahun ada peningkatan dan imbasnya adalah angka lakalantas. Di wilayah Jawa Tengah, lakalantas turun 18 persen, secara nasional juga turun. Salah satu kontribusinya adalah adanya mudik bareng, baik melalui kapal, kereta api dan tentunya lewat jalan darat, bus ini," ujar Irjen Pol Condro Kirono, disela-sela melepas keberangkatan 70 bus pemudik kembali ke Jakarta di halaman Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (23/6/2018).

Menurutnya selama arus mudik hingga H+8 Lebaran, pada tahun 2017 lalu di wilayah Jateng terjadi 351 kejadian kecelakaan lalulintas. Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 18 orang.
Kapolda Jateng: Angka Kecelakaan Selama Lebaran Munurun Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

"Tahun ini ada 291 kejadian (lakalantas) dan korban meninggal dunia 13 orang. Secara nasional juga turun," ungkap Condro Kirono.

Pihaknya pun mengapreasi adanya kegiatan mudik dan balik bareng seperti yang difasilitasi Jasa Raharja. Kegiatan tersebut dinilai sangat membantu kelancaran arus lalulintas. Selain itu banyaknya infrastruktur jalan juga membuat arus mudik tahun ini semakin lancar.

Kapolda mengatakan, banyaknya infrastruktur itu memudahkan Polisi, TNI dan Dishub dalam melakukan rekayasa jalur.

"Jalan tol dari Brebes sampai Sragen sudah jadi fungsional. Itu sangat membantu. Pak Polisi, Pak TNI, Dishub mengelolanya lebih mudah daripada infrastruktur kurang. Mengatur bisa lewat Pantura, bisa lewat tol, bisa lewat tengah," jelasnya.

Pada Sabtu dan Minggu besok, juga diprediksi terjadinya kepadatan arus balik gelombang kedua.

"Dan pemerintah, BUMN dalam hal ini Jasa Raharja dengan menyiapkan bus untuk balik bareng ini sangat membantu kelancaran arus lalulintas. Sekaligus membantu perekonomian mereka (pemudik), karena mereka satu keluarga bisa Rp 3 juta (untuk mudik), oleh karenanya dengan Rp 3 juta itu mereka bisa berbagi dengan keluarga di kampung halaman," katanya.

Sementara itu kegiatan balik bareng yang difasilitasi Jasa Raharja ini diikuti sekitar 3.858 peserta dari wilayah Solo Raya dan sekitarnya. Mereka diangkut 70 bus dan diberangkatkan dari halaman Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.

Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo Slamet, mengatakan selain menggunakan bus, Jasa Raharja tahun ini juga menfasilitasi mudik dan balik bareng menggunakan kereta api.

"Ada 70 bus dan juga kereta api sebanyak 32 gerbong yang kita berangkatkan nanti sore di Solo, besok juga di Solo. Selain itu juga kita berangkatkan balik mudik dari Surabaya dan Malang menggunakan kereta api," jelas Budi.



Simak juga pernyataan 'Kakorlantas: Angka Kecelakaan Mudik Tahun Ini Turun 30 Persen'

[Gambas:Video 20detik]


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed