DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 15:06 WIB

Penumpang KA di Daop 6 Yogya Naik 6 Persen

Edzan Raharjo - detikNews
Penumpang KA di Daop 6 Yogya Naik 6 Persen Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Selama masa angkutan lebaran jumlah penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta mengalami peningkatan dibandingkan angkutan lebaran tahun lalu. Jumlah kereta yang lebih banyak adalah salah satu faktor meningkatnya jumlah penumang kereta api.

"Dari hasil evaluasi sampai hari ini, naik sekitar 5-6 %, lebih banyak tahun ini dari pada tahun lalu. Karena kereta lebaran lebih banyak tahun ini," kata Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto di Stasiun Tugu Yogyakarta, Sabtu (23/6/2018).

Penumpang kereta api rata-rata didominasi dari arah Jakarta karena kereta yang lebih banyak. Di kereta api untuk sekarang ini tidak ada puncak arus mudik maupun balik karena berlaku satu orang satu tiket satu tempat duduk, dan setiap hari selama masa lebaran okupansi penuh. Sejak masa angkutan lebaran 5 Juni sampai saat ini jumpah penumpang yang berangkat dari Daop 6 Yogyakarta sebanyak 534.493 penumpang sementara penumpang tiba atau kedatangan sebanyak 572.075.

"Ini artinya yang berangkat sama yang pergi masih banyak yang tiba disini. Arus balik sendiri masih akan terjadi," kata Eko.

Selama masa angkutan lebaran ini, Daop 6 Yogyakarta mencatat terkait adanya masyarakat yang belum taat azaz. Seperti kasus orang hamil yang harusnya menyertakan surat dokter tetapi justru menutupi kehamilannya seperti dengan baju gamis atau lainya.

"Akhirnya ada yang melahirkan di kereta, untung petugas kami sudah dibekali P3K," katanya.

Kemudian untuk penumpang kereta lokal masih banyak kejadian penumpang salah naik, misal tiket harus untuk besok tetapi justru naik hari ini. Atau tiket harusnya untuk jam 14.00 tetapi naik pada jam 12.00. "Gak tau, apa itu modus atau betul-betul salah naik," lanjut Eko.

Yang menjadi perhatian penting juga adalah masih terjadi masyarakat yang abai di perlintasan. Dengan mengabaikan perlintasan ini bisa membuat fatal seperti menyebabkan adanya kasus kecelakaan orang tertemper kereta api.
(bgk/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed