DetikNews
Kamis 21 Juni 2018, 12:35 WIB

Gelombang Tinggi, Ratusan Nelayan di Bantul Tak Berani Melaut

Usman Hadi - detikNews
Gelombang Tinggi, Ratusan Nelayan di Bantul Tak Berani Melaut Perahu nelayan di kawasan pantai di Bantul. Foto: Hasan Adi/detikcom
Bantul - Ratusan nelayan tradisional di Pantai Depok, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak berani melaut. Alasannya gelombang laut di Laut Selatan DIY sekarang ini sedang tinggi-tingginya.

"Hari ini gelombang cukup tinggi, nelayan tidak bisa masuk ini, tidak ada yang melaut," kata Ketua Paguyuban Nelayan Pantai Depok Bantul, Tarmanto saat dihubungi detikcom, Kamis (21/6/2018).

Tarmanto menjelaskan, gelombang laut di Laut Selatan memang sedang tinggi-tingginya. Di tepi gelombangnya bisa mencapai 3 meter, sementara di tengah ketinggiannya bisa mencapai perahu jukung nelayan.

"Ya mungkin (gelombang tinggi berlangsung) hari ini, besok, dan hari Sabtu. Untuk jumlah nelayan di Pantai Depok itu ada 150 orang, semuanya tidak ada yang melaut," ungkapnya.

Menurutnya, dampak gelombang tinggi sebenarnya lebih dirasakan nelayan andon dari Cilacap, Kebumen, dan dari luar daerah lainnya yang melaut di Laut Selatan DIY. Sebab, aktivitas mereka terganggu gelombang tinggi.


"Sementara kalau yang nelayan kita sendiri, nelayan lokal, itu kan dia di samping sebagai nelayan juga bertani. Alhamdulillah dia bertani di sawah (sekarang ini) harga cabainya lumayan ini," paparnya.

Hal yang sama dialami nelayan di Kabupaten Gunungkidul. Hanya beberapa di antaranya yang tetap mencari ikan.

"Ada 130-an nelayan (di Pantai Baron). Hari ini cuma ada tiga kapal (melaut). Tapi gelombang anginnya laut terlalu kencang, mereka tadi pagi sudah kembali," jelas Ketua Paguyuban Nelayan Pantai Baron Gunungkidul, Sumardi saat dihubungi detikcom.

Sumardi mengatakan, memang sudah tiga hari ini gelombang di Laut Selatan Gunungkidul tinggi. Ketinggian gelombang dari atas permukaan laut bisa mencapai 3-5 meter. Oleh karenanya banyak nelayan yang urung melaut.

Terkait gelombang tinggi di Laut Selatan, kata Sumardi, para nelayan sudah mendapat peringatan dari SAR. Kemudian setiap nelayan juga mencari informasi dari internet, sehingga mereka bisa memperkirakan akan melaut atau tidak.

"Di HP juga sekarang sudah ada informasi terupdate. Kalau kondisi angin laut seperti ini ya kita harus berhenti dulu (tidak melaut). Tapi kalau memang gelombangnya naik terus enggak ada angin laut ya kita tetap saja melaut," paparnya.

Adapun dampak gelombang tinggi yang paling dirasakan yakni berkurangnya pendapatan nelayan di Pantai Baron. Padahal akhir-akhir ini pengunjung di Pantai Baron ramai, dan harga ikan bagus sangat menguntungkan nelayan.

"(Harga) Kakap kalau sekarang bisa sampai Rp 25-30 ribu per kg, hampir sama kayak layur. Kalau hari-hari biasa ya paling kakap yang kecil 15-20 ribu. Tapi dengan kondisi seperti ini pendapatan kita jelas berkurang," pungkas dia.

Sebelumnya, BMKG Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat dan gelombang tinggi di Laut Selatan DIY. Kondisi tersebut akan berlangsung tiga hari ke depan. Oleh karenanya para nelayan diminta lebih berhati-hati.



Tonton juga video 'Ke Banggai Laut, Susi Ajak Nelayan Hindari Destructive Fishing':

[Gambas:Video 20detik]


(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed