DetikNews
Kamis 21 Juni 2018, 09:45 WIB

Fakta di Balik Kecelakaan Jip Lava Tour Merapi yang Makan Korban

Ristu Hanafi - detikNews
Fakta di Balik Kecelakaan Jip Lava Tour Merapi yang Makan Korban Jip lava tour Gunung Merapi yang mengalami kecelakaan. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Sebuah mobil jip wisata lava tour Gunung Merapi terperosok ke jurang sedalam 4 meter. Satu wisatawan tewas dan empat lainnya luka-luka. Sopir jip, TH (43) ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

"Saat ini statusnya (TH) tersangka dan ditahan di Mapolres Sleman, dia diduga lalai saat berkendara sehingga mengakibatkan orang lain meninggal dan luka-luka," kata Kapolres Sleman, AKBP M Firman Lukmanul Hakim saat dihubungi wartawan, Rabu (20/6/2018).

Sikap tegas polisi dengan menetapkan TH sebagai tersangka selain telah sesuai dengan ketentuan UU Lalu Lintas, juga peringatan keras terhadap sopir jip wisata lava tour lainnya agar memprioritaskan keamanan berkendara dan keselamatan penumpang.

Kecelakaan jip lava tour ini tejadi di Dusun Tangkisan, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Selasa (19/6) siang. Jip terperosok ke jurang sedalam 4 meter. Diduga penyebabnya karena kerusakan setir sehingga sopir tidak bisa mengendalikan laju kendaraan.


Seorang wisatawan tewas bernama Enny Fatmawati (42), perempuan warga Gunung Putri, Bogor. Sedangkan korban luka-luka yakni Sandhy Mas Nugroho (14), Ngatmadi (54), Atik Rahmawati (40), dan Sriyatun (52), seluruhnya warga Cokro Tulung, Klaten.

Bupati Sleman Sri Purnomo angkat bicara terkait peristiwa ini. Dia telah memerintahkan Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan, berkoordinasi dengan polisi iuntuk melakukan evaluasi standar keamanan jip wisata lava tour. Bahkan operasional jip lava tour dibekukan sementara sampai proses pemeriksaan kendaraan dan kelengkapan jip di lapangan selesai.

"Kami Pemkab dan kepolisian sudah mengingatkan agar dalam melayani tamu lava tour, utamakan keselamatan. Standar keamanan harus diperbaiki, sabuk pengaman, helm, dan kelaikan kendaraan harus menjadi perhatian utama," tandasnya.

Sementara itu, Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) menyayangkan masih ada kecelakaan jip lava tour. AJWLM selalu mengimbau dan menekankan kepada para komunitas agar selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan.


"Bahkan kami tegur jika ada pelayanan yang buruk kepada wisatawan," kata Ketua AJWLM sisi barat, Dardiri.

Dardiri menyebutkan pengecekan kendaraan sifatnya wajib oleh setiap ketua komunitas. Peran ketua komunitas untuk mengawasi sebelum beroperasi setiap pagi wajib dicek armadanya.

Sementara terkait peristiwa kecelakaan kemarin, Dardiri menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke polisi.

"Penumpang sudah menggunakan helm sejak awal rute. Administrasi surat lengkap baik surat kendaraan maupun SIM. Dalam waktu dekat kami akan kumpulkan lagi pengurus dan sopir-sopirnya agar kejadian ini tidak terulang kembali," pungkasnya.



Tonton juga video 'Piknik Anniversary d'Traveler: Bersenang-senang di Yogyakarta Bagian 2'

[Gambas:Video 20detik]


(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed