DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 20:53 WIB

Begini Progres Pembangunan Bandara Kulon Progo

Ristu Hanafi - detikNews
Begini Progres Pembangunan Bandara Kulon Progo Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Sleman - PT Angkasa Pura (AP) I terus mengebut pembangunan Bandara Kulon Progo/New Yogyakarta International Airport (NYIA). Bagaimana perkembangannya dan seperti apa rencana operasional awal mendatang?

"Saat ini masuk tahap konstruksi, harapan kita target bulan April 2019 runway 3.250 meter bisa selesai, apron sekitar 50 persen, dan terminal 40 persen. Dengan kondisi itu bisa melakukan minimum operasi, kalau dibandingkan Bandara Adisutjipto jauh lebih besar meski sifatnya (pembangunan NYIA) belum 100 persen selesai," kata Direktur Utama PT AP I, Faik Fahmi di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Rabu (20/6/2018).

Fahmi juga menyebutkan rencana operasional awal di Bandara Kulon Progo diprioritaskan bagi penerbangan internasional dengan pesawat berukuran besar yang terbang langsung ke Yogyakarta.

"Jadi ini berdampak signifikan terhadap tourism dan kargo juga, karena selama ini Yogya kirim logistik kargo ke luar negeri lewat Denpasar dan Cengkareng. Nanti ekspor logistik dari Jateng-DIY bisa lewat Kulon Progo langsung ke luar negeri. Bisa mendorong daya saing ekspor Jateng-DIY," jelasnya.

Saat ini PT AP I juga sedang menawarkan ke airline domestik dan internasional untuk mulai menyiapkan rencana penerbangan baik itu kedatangan maupun keberangkatan di Bandara Kulon Progo. Diakui Fahmi, permintaan penambahan rute internasional dari dan ke Yogyakarta oleh maskapai sudah lama muncul.

"Tapi karena kendala kapasitas Adisutjipto, setelah Lebaran ini kami akan lebih aktif lagi siapkan rute penerbangan pesawat besar di Kulon Progo. Tahun depan diharapkan bisa beroperasional, penerbangan internasional bisa langsung masuk ke Yogyakarta yang merupakan kota wisata," paparnya.

Fahmi menambahkan, 9 dari 13 bandara yang dikelola Angkasa Pura saat ini sedang dikembangkan infrastrukturnya untuk meningkatkan kapasitas bandara. Karena bandara tersebut lalu lintas lebih tinggi dibandingkan kapasitasnya.

"Tidak hanya penerbangan domestik tapi juga internasional. Salah satunya di Kulon Progo ini yang diharapkan menjadi salah satu destinasi utama penerbangan internasional memakai pesawat ukuran besar, seperti air bus 330," sambung Fahmi.

"Seperti pengembangan di Semarang (Ahmad Yani) dari 800 ribu menjadi 7 juta penumpang. Pengembangan infrastruktur juga dilakukan di antaranya di Makassar, Banjarmasin, dan Balikpapan. Diharapkan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, baik melalui wisata dan perdagangan," pungkasnya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed