DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 19:36 WIB

Sudirman-Ida Bicara Soal Video Mengaku Ponakan yang Beredar

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sudirman-Ida Bicara Soal Video Mengaku Ponakan yang Beredar Sudirman Said-Ida Fauziyah memberi keterangan pers di Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2, Sudirman Said-Ida Fauziyah menyayangkan adanya fitnah terhadap mereka di media sosial. Ida pun berencana membawanya ke proses hukum.

Video fitnah yang dimaksud Sudirman viral salah satunya via Twitter. Dalam video tersebut ada 2 orang berbincang dan ditanya oleh perekam video soal Sudirman. Pria dalam video itu pun kemudian menjelek-jelekkan Sudirman dan di akhir video mereka menyatakan memilih paslon nomor urut 1.

Menanggapi hal itu, Sudirman mengatakan video tersebut provokatif dan bukan keponakannya. Pihaknya sudah melakukan klarifikasi dan menemui pembuat video.

"Dalam video itu ada 2 orang yang salah satu mengaku sebagai keponakan saya, yang satu provokasi," kata Sudirman saat halal bihalal di hotel Grand Candi Semarang, Rabu (20/6/2018).

Dari hasil klarifikasi, diduga kuat ada petinggi partai pengusung lawan di balik pembuatan video itu. Sudirman mengatakan pria dalam video tersebut sudah meminta maaf.

"Kami sudah mintai keterangan, mereka sudah meminta maaf," tandasnya.

"Siapa lagi yang berkepentingan, sudah cukup, lah, kita sudah punya bukti," imbuh Sudirman.

Sementara itu Ida Fauziyah lebih emosional menanggapi fitnah yang menerpa dirinya. Ida bercerita dengan suara lirih terkait cuitan akun Twitter @KakekDetektif yang melakukan fitnah yang menurutnya keji.

"Saya sampai tidak kuat membacanya, tidak sanggup. Suami,anak, dan ibu kami juga," ujar Ida.

Cuitan itu memfitnah seolah Sudirman dan Ida memiliki hubungan khusus. Menurut Ida hal tersebut di luar batas dan bisa mengganggu hubungan keluarga besarnya.

"Sedih jika kebahagiaan mereka (keluarga) terganggu karena fitnah yang keji ini," tegasnya.

Ida berniat melaporkan fitnah itu ke kepolisian dan berharap segera diproses hukum. Sudirman pun sependapat cuitan tersebut sudah keterlaluan dan merupakan persoalan serius.

"Demi keadilan akan dilaporkan ke polisi, dan kami harap ditindakalanjuti dengan cepat agar demokrasi tidak terganggu dengan hal semacam ini," pungkas Ida.

Keduanya berharap Pilgub dan Pilkada serentan pekan depan, tepatnya 27 Juni 2018 dapat berjalan dengan adil, beretika, dan jujur.

"Pilkada bersih dari politik rendah akan menjadi pintu bagi perubahan menuju Jawa Tengah yang lebih baik," pungkas Sudirman.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed